Kisah Pemberian Nama Jembatan Merah Putih di Kota Gorontalo
Pada awalnya, jembatan ini hanya merupakan bagian penting dari infrastruktur kota, menghubungkan dua kelurahan di bagian barat Gorontalo.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1282023_Jembatan-merah-putih.jpg)
Wawan mengakui bahwa pada awalnya ada beberapa kendala dalam proses pengecatan jembatan.
Salah satu kendalanya adalah beberapa warga di sekitar tidak setuju atau sependapat dengan ide yang diusulkan.
Bahkan, menurut Wawan, beberapa warga melarangnya melanjutkan aksi pengecatan karena tidak ada izin dari pemerintah, instansi terkait, atau kepolisian.
Beberapa warga yang tidak sependapat itu meminta para pemuda untuk mendapatkan izin resmi sebelum melanjutkan pengecatan.
Bagi Wawan, penting untuk membuktikan kepada warga setempat bahwa apa yang dilakukan oleh para pemuda tidak melanggar aturan, malah sebaliknya, memperindah lingkungan.
"Saya mendatangi kantor Polsek setempat dan alhamdulillah mereka memberikan izin. Saya juga mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas PUPR Kota Gorontalo untuk pengecatan jembatan ini," tegasnya.
Saat ini, jembatan tersebut resmi dinamai "Merah Putih." Meskipun pemerintah belum meresmikan nama ini secara resmi, langkah ini telah diambil oleh pemuda setempat. (*)