Penimbunan Solar Subsidi Gorontalo
BREAKING NEWS Polisi Gorontalo Periksa Petugas SPBU Pontolo Terkait Kasus Penimbunan Solar Subsidi
Polisi memeriksa petugas SPBU Pontolo, Kabupaten Gorontalo Utara. Mereka diduga bersekongkol dengan pelaku penimbun BBM solar subsidi.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kombes-Pol-Desmont-Harjendro-mengungkap-fakta-terbaru.jpg)
Kemudian, pukul 12.30 Wita, kepolisian menemukan praktik penimbunan solar pada mobil pickup berwarna putih di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Mobil tersebut mengangkut 28 jerigen terisi BBM solar subsidi.
"Pemilik mobil itu yakni pelaku berinisial RT," jelas Desmont.
Polisi menemukan dua unit truk yang digunakan untuk menyalin BBM solar dari mobil pickup milik RT tersebut.
Polisi mengungkap fakta bahwa ratusan liter BBM solar itu dibeli pelaku RT dari LB dan TA.
"Solar milik LB dan TA ini kurang lebih sebanyak 900 liter,"ungkapnya.
Baca juga: Masyarakat Gorontalo Kini Bisa Adukan Polisi Melalui WhatsApp Yanduan
Momen yang sama Kapolda Gorontalo Irjen Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan, penangkapan dari ketiga pelaku tersebut atas aduan dari masyarakat setempat.
Sehingga, pihak Polda Gorontalo langsung menyelidiki aduan masyarakat tersebut.
"Untuk penangkapan ini kami dapatkan dari aduan masyarakat yang banyak mengantri di SPBU Gorut sedari malam hari," ujar Angesta.
Angesta juga turut menjelaskan, bahwa mobil truk yang mengantri di SPBU tersebut sangat membahayakan para pengguna jalan.
Karena itu, kata Angesta, pihaknya akan meninjau kembali sistem aturan di SPBU se-Gorontalo.
Aturan yang dimaksud ialah bagaimana sistem 100 liter untuk kendaraan sedang dan 200 liter kendaraan besar.
Dugaan Angesta, sistem tersebut tak berlaku lagi di SPBU Gorontalo terutama di Gorut.
"Ini akan kita cek. Bagaimana pengawasan dari Pertamina dan pemilik SPBU, dan ini akan kami dalami," jelasnya.
"Sementara ini untuk truk itu ada 10 yang lain masih berada di Gorut, untuk pickup hanya 1. Karena kami menemukan di banya tempat," tutup Angesta. (*)