Human Interest Story
Pemuda Jawa Barat Ini Habiskan Liburan Kuliah untuk Jual Bendera di Gorontalo
Pemilik nama lengkap Rizki Rahayu Putra itu menghabiskan masa liburan kuliahnya untuk menjual bendera merah putih.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rizki-Rahayu-Putra-mahasiswa-Universitas-Garut-jual-bendera-merah-putih-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sing penting cuan (yang penting cuan). Kira-kira demikian istilah familiar dari mulut para pebisnis.
Bagi mereka, penghasilan lebih utama di atas prioritas lain.
Inilah dialami pemuda asal Jawa Barat. Pemilik nama lengkap Rizki Rahayu Putra itu menghabiskan masa liburan kuliahnya untuk menjual bendera merah putih.
Tak tanggung, dia terbang sejauh 2.800-an kilometer dari tempat tinggalnya untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah di Gorontalo.
Mahasiswa Universitas Garut (Uniga) Jawa Barat tersebut ikut bersama rombongannya menjual bendera merah putih.
Pria akrab disapa Iki itu mengaku baru pertama kali mengunjungi Gorontalo.
"Kalau saudara atau paman memang setiap tahun ke sini, bahkan ada yang sudah menetap," ujar Iki dengan logat sunda kental.
Keputusan Iki memilih berjualan bendera di Gorontalo disebut karena ajakan saudara kandungnya.
Kakak Iki sudah terbiasa berjualan bendera merah putih di Gorontalo terutama menjelang HUT Proklamasi RI.
"Kan pas saya libur, kakak saya nawarin untuk berjualan bendera, yaa hitung-hitung punya pengalaman berjualan," ucap Iki menirukan perkataan kakaknya.
Saat ini kampusnya libur selama tiga bulan. Momen itu pun dimanfaatkan pemuda 20 tahun tersebut.
"Mending cari cuan dibanding keluarin cuan," ujarnya terkekeh-kekeh.
Baru dua pekan di Gorontalo, Iki mengaku nyaman, sebab warga Gorontalo dinilai ramah-ramah.
"Ya kebanyakan sih ramah-ramah orangnya, tapi ada juga beberapa yang (ekspresinya) serem gitu," imbuhnya.
Baca juga: 16 Hari Lagi HUT ke-78 RI, Penjual Bendera Merah Putih Menjamur di Seantero Gorontalo
Jiwa pebisnis rupanya mengalir dalam nadinya. Dia tergiur melihat sanak saudaranya mengantongi keuntungan melimpah ruah saat kembali dari tanah Gorontalo.