BPS Gorontalo
2 Alasan Tiket Pesawat Terbang Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Kota Gorontalo
Per Juli 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis data resmi tentang Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Gorontalo.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/08092022_pesawat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Per Juli 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis data resmi tentang Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Gorontalo.
Kali ini, angkutan udara (pesawat terbang) menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Gorontalo, sebesar sebesar 0,12 persen. Sebulan sebelumnya, inflasi angkutan udara mencapai 0,17 persen.
Dibawah angkutan umum, penyumbang inflasi terbesar kedua di Kota Gorontalo per Juli 2023 terdapat komoditas nasi dengan lauk sebesar 0,12 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif menjelaskan setidaknya ada dua alasan utama pesawat terbang jadi penyumbang inflasi tertinggi.
Pertama, harga angkutan udara dipengaruhi oleh supply on demand.
"Memang harga tiket pesawat kan seperti harga-harga komoditas yang lain yang dipengaruhi oleh supply on demand," ujar Mukhanif seusai Berita Rilis Statistik di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/8/2023).
Kemudian, alasan mendasar kedua adalah mobilitas pengguna angkutan udara meningkat di pertengahan Juli 2023.
"Kenaikan kelas pesawat, anak kuliah yang baru masuk, ini juga turut menyumbangkan kenaikan dari harga tiket," lanjutnya.
Sebelumnya, BPS Provinsi Gorontalo merilis data mengenai perkembangan harga dari berbagai komoditas di Kota Gorontalo selama bulan Juli 2022 hingga Juli 2023 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Berdasarkan pemantauan BPS pada Juli 2023, terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 1,74 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,97 pada Juli 2022 menjadi 113,92 pada Juli 2023.
Sedangkan, tingkat inflasi Month to Month (mtm) Juni 2023 sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 1,14 persen.
Dari 339 jenis barang dan jasa yang dipantau harganya di Kota Gorontalo selama Juli 2022 hingga Juli 2023, 163 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya kenaikan harga, 65 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga, serta 111 jenis barang dan jasa tidak mengalami perubahan harga.
Inflasi yoy Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan indeks pada 9 kelompok pengeluaran dan penurunan pada dua kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,99 persen; Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,99 persen; Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemelihraan rutin rumah tangga sebesar 1,89 persen.
Selain itu terdapat Kelompok kesehatan sebesar 1,47 persen, kelompok transportasi sebesar 9,8 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,83 persen.