Tarian Binthe Biluhuta Dijadikan Inspirasi bagi Koreografer Gorontalo

Tarian Binthe Biluhuta menyita perhatian pada kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia fotografi sport tourism

Editor: Fadri Kidjab
Ist
Tarian Binthe Biluhuta menuai pujian Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo 

Penyanyi asal Pematang Siantar, Sumatra Utara, berciri khas suara tinggi melengking, terdengar begitu pas melantunkan lagu dengan panjang 32 birama pada tempo 4/4 ini.

Tahun 1990, lagu karya anak Suwawa ini pun akhirnya ditetapkan dan disahkan sebagai lagu nasional oleh P & K (kementerian pendidikan dan kebudayaan) serta badan pembinaan pendidikan pelaksanaan pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (BP7).

Binthe Biluhuta

(Jagung Siram)

Bindhe Biluhuta ula ulau loduwo
(Jagung siram dicampur ikan duo)

Wanu ola mita ngo indha mopulito
(Kalau dirasa cepat habis)

Bindhe Biluhuta malo sambe lolowo
(Jagung siram pedas sekali)

Malita dadata ora sawa toho woto
(Cabai terasa di mulut)

Monga bindhe bindhe biluhuta timi idu bele dilate moto lawa
(Makan jagung siram, setiap rumah selalu ada)

Monga bindhe bindhe biluhuta timi idu bele dilate moto lawa
(Makan jagung siram, setiap rumah selalu ada)

Bindhe Biluhuta diyalu tou wowo
(Jagung siram tidak ada di tempat lain)

Bindhe Biluhuta deboto Hulondalo
(Jagung siram Cuma ada di Gorontalo.)

 


* Rusdin Palado (Jakarta, 1979)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved