Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin, Tingginya Kasus Perceraian dan Fenomena Badut Jalanan
TRIBUNGORONTALO.COM merangkum 5 berita populer Gorontalo kemarin, Rabu 19 Juli 2023. Berita ini masih relevan dibaca hari ini, Kamis 20 Juli 2023.
TRIBUNGORONTALO.COM merangkum 5 berita populer Gorontalo kemarin, Rabu 19 Juli 2023. Berita ini masih relevan dibaca hari ini, Kamis 20 Juli 2023.
Berikut selengkapnya:
Inilah Penyebab Tertinggi Kasus Perceraian di Provinsi Gorontalo, Bukan Poligami
TRIBUNGORONTALO.COM - 2.418 kasus perceraian terjadi di Provinsi Gorontalo pada 2021 silam
Ada beragam penyebab perceraian zina, mabuk, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, hingga meninggalkan satu pihak serta penyebab lainnya.
Penyebab tertinggi pertama dalam perceraian yakni pertengkaran dan perselisihan terus menerus yang mencapai 1.797, Posisi tertinggi kedua penyebab perceraian yaitu meninggalkan pasangan sebanyak 447 kasus. Sedangkan KDRT 36 kasus dan poligami hanya 7 kasus
Hal tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo yang dirilis pada 4 Maret 2022 silam.
Sayang, BPS belum update kasus perceraian sepanjang 2022 pada 2023 ini.
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau Fasilitas Rumah Singgah di Manado
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf bersama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo mengunjungi Rumah Singgah bagi pasien Gorontalo di Manado, Rabu (19/7/2023).
Pasien rujukan asal Provinsi Sulawesi Gorontalo yang berobat lanjut di Manado kini dapat menginap di Rumah Singgah tersebut.
Rumah Singgah disiapkan oleh Pemprov Gorontalo bagi pasien yang tak memiliki keluarga di Manado. Hingga kini banyak warga Gorontalo telah memanfaatkan fasilitas tersebut.
Paris Jusuf mengatakan, kunjungannya ke rumah singga di Manado guna melihat keberadaan rumah singgah di Malalayang.
Ia ingin meninjau tingkat hunian sekaligus sarana dan prasarana, termasuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat Gorontalo di Rumah Singgah.
Fenomena Badut Jalanan Disebut Potret Sulitnya Cari Pekerjaan di Kota Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo - Fenomena badut di sejumlah perempatan jalanan Kota Gorontalo menjadi perhatian para pengendara.
Zakaria, Alumni Fakultas Ilmu Sosial UNG itu menuturkan, kehadiran badut jalanan menggambarkan tingginya persoalan sosial di Gorontalo, seperti kesulitan mendapatkan pekerjaan.
"Sebelumnya jika menjumpai mereka paling tidak bisa ditemui di acara momentum, seperti ulang tahun. Namun saat ini di setiap persimpangan jalan pasti kita temukan mereka justru semakin banyak. Dan jika dianalisis ini tentu persoalan sosial," tutur Zakaria kepada TribunGorontalo.com di warung kopi Kota Gorontalo, Rabu (19/7/2023).
Badut jalanan kini sudah dijadikan sebagai mata pencaharian sehari-hari.
Kata dia, fenomena ini juga menjadi instrumen semakin mundurnya kualitas sumber daya manusia di Kota Gorontalo.
Polisi Gorontalo Bongkar Penampungan Miras, Temuan Terbesar dalam Sejarah
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Polisi Gorontalo berhasil membongkar tempat penampungan miras.
Total 33 ribu botol miras dari berbagai merek berhasil diamankan Polda Gorontalo.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Desmont Harjendro menyebut, penemuan miras kali ini merupakan tangkapan terbesar dalam sejarah kepolisian Gorontalo.
"Ini belum kita lakukan penimbangan untuk totalnya, namun kalau dilihat hasilnya, bisa jadi ini yang terbesar," kata Desmont dalam konferensi pers di Mapolda Gorontalo, Rabu (19/7/2023).
Kepolisian pun saat ini masih terus mendalami bagaimana pengoperasian dari gudang tersebut.
Rayakan Tahun Baru Islam, Masyarakat Desa Helumo-Gorontalo Pawai Teatrikal Zaman Jahiliyah
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Masyarakat Desa Helumo Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo memperingati Tahun Baru Islam.
Ribuan warga itu pawai obor diiringi penampilan teatrikal jalanan bertema perbudakan pada zaman Jahiliyah.
Masyarakat awalnya berkumpul di depan Mesjid Al-Muhajirin, Dusun Bendungan, Desa Helumo selepas ibadah shalat Isya, Selasa (18/7/2023) malam.
Dari anak-anak sampai orang dewasa mengikuti kegiatan pawai Obor Hijratul Rasul tersebut.
"Kita isi momen penuh berkah ini dengan muhasabah, agar kita mempunyai kekuatan menjadi pribadi yang lebih baik, pemuda yang baik dengan menjauhi segala larangan-Nya," kata Habri Mahmud, Kepala Desa Helumo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Badut-jalanan-di-Kota-Gorontalo.jpg)