PUPR Provinsi Gorontalo
Dinas PUPR Gorontalo Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Petani Tolinggula Bernapas Lega
Dinas PUPR Provinsi Gorontalo rehabilitasi jaringan irigasi, para petani Tolinggula bernapas lega.
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sosialisasi-PUPR-PKP-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Perumahan (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo rehabilitasi jaringan irigasi, para petani Kecamatan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara bernapas lega.
Rizal Mopili Ketua Perkumpulan Petani mengatakan jaringan irigasi di Tolinggula ini sudah sepantasnya direhabilitasi, sebab anggaran tahun 2019 disebut tidak mencakup keseluruhan bangunan.
Sementara, di daerah Tolinggula sering terjadi bencana banjir. Hal ini mengakibatkan tanaman pertanian seperti komoditi padi rusak sebelum masa panen tiba.
Representasi petani Tolinggula itu mengaku mengapresiasi langkah dinas PUPR-PKP Gorontalo dan pemerintah pusat.
"Karena sejak tahun 2019 di Tolinggula ini belum mendapat anggaran untuk rehabilitasi," tutur Rizal Mopili dalam Sosialisasi PUPR-PKP bersama kelompok petani di Aula Kantor Camat Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (17/7/2023).
Rizal Mopili mengatakan, sejauh ini para petani di kecamatan Tolinggula hanya menggunakan suplai air dari sungai guna mengairi sawah. Dikarenakan talang atau siphon jaringan irigasi telah rusak.
Menurutnya, beberapa tahun terakhir sebagian besar petani menyuplai air dari sungai terdekat.
"Sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada pemerintah provinsi yang telah mengupayakan anggaran pekerjaan jaringan irigasi ini sebesar Rp 6,1 miliar," tuturnya.
Baca juga: Progres Pembangunan Bandara Pohuwato Capai 65 Persen, Landasan Pacu Sepanjang 1200 Meter
Ia berharap, jaringan irigasi setelah direhabilitasi akan meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah Tolinggula.
Kabid Sumber Daya Air PUPR-PKP Gorontalo Rahmatiya Ali sebelumnya mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi Tolinggula dialokasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023.
Anggaran senilai Rp 6.1 miliar itu memuat pekerjaan pasangan batu sepanjang 3,9 kilometer, lebar 2,5 meter dan pekerjaan siphon.
"Waktu pelaksanaannya selama 160 hari kalender kerja," ungkap Rahmatia.
Jaringan irigasi Tolinggula diketahui akan memenuhi kebutuhan irirgasi lahan pertanian seluas 1.180 hektare di Kabupaten Gorontalo Utara. (*)