Rabu, 1 April 2026

PEMPROV GORONTALO

Sekjen GGN UNESCO Terpukau Keunikan Fosil Kayu di Desa Tohupo Gorontalo, Disebut Mirip Situs Yunani

Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (GGN) UNESCO, Guy Martini didampingi tim dari Bapppeda Provinsi Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sekjen GGN UNESCO Terpukau Keunikan Fosil Kayu di Desa Tohupo Gorontalo, Disebut Mirip Situs Yunani
Ist
Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (GGN) UNESCO, Guy Martini melihat langsung geosite fosil kayu di Desa Tohupo, Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo –
Sekretaris Jenderal Global Geopark Network (GGN) UNESCO, Guy Martini didampingi tim dari Bapppeda Provinsi Gorontalo, Tim Aspiring Geopark dan Pemda Kabupaten Gorontalo mengunjungi geosite di Desa Tohupo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo.

Guy Martini terpukau melihat keunikan fosil kayu di Desa Tohupo,

Ia mengaku terkesan pada penampilan fosil kayu di dasar tanah.

Fosil kayu Tohupo yang ditaksir berusia sekitar 23 juta tahun lalu itu diduga tertimbun karena aktivitas vulkanik.

Keberadaannya berada sekitar 10 meter dari total tinggi tebing 40 meter.

“Situs ini butuh studi lebih lanjut, kami punya spesialis internasional (terkait fosil kayu). Ini akan menjadi atraksi yang luar biasa untuk geopark,” ujar Martini.

Pria berdarah Prancis itu menyebut keunikan geosite fosil kayu Tohupo ini mirip seperti di Yunani, Jepang dan Thailand.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters, ilmuwan Yunani sempat menemukan fosil kayu yang diperkirakan berusia 20 juta tahun di pulau vulkanik, Lesbos.

Oleh karenanya, Martini meminta pemerintah dan penduduk setempat tetap melestarikan situs bersejarah tersebut.

Baca juga: Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Dorong Danau Limboto Jadi Geopark Nasional karena Alasan Ini

Ia mewanti-wanti agar masyarakat tidak merusak atau mengambil bagian fosil kayu.

“Penduduk lokal harus menjadi pelindung situs ini, jangan biarkan siapapun untuk mengambil dan membawanya pulang,” imbuhnya.

Martini yakin masih banyak kayu purba yang berubah menjadi batu di sekitar lokasi itu.

Kondisi ini menurutnya menjadi potensi untuk penelitian, pariwisata dan pengembangan ekonomi masyarakat setempat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved