Selasa, 10 Maret 2026

Pemotongan Dana Desa

3 Kades di Kabupaten Gorontalo Buka Suara Soal Pemotongan Anggaran Dana Desa

Tiga kepala desa (kades) di Kabupaten Bone Bolango mengeluh soal pemotongan dana desa. Pemerintah pusat diketahui memotong anggaran dana desa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 3 Kades di Kabupaten Gorontalo Buka Suara Soal Pemotongan Anggaran Dana Desa
TribunGorontalo.com
Kades Luwoo Ibrahim Pakaya (kiri) dan Kades Pantungo Sofyan Gani buka suara soal pemotongan dana desa. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Tiga kepala desa (kades) di Kabupaten Gorontalo buka suara soal pemotongan anggaran dana desa.

Pemerintah pusat diketahui memotong anggaran dana desa sebesar Rp 38 miliar per tahun 2023.

Kepala Desa Bulila Yusrin Tine mengatakan, jumlah anggaran dana desa memang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini jadi Rp 700 Juta lebih, sampai saya marah pada pendamping desa saat itu. Cuma qadarullah saja," ujar Yusrin Tine kepada TribunGorontalo.com, Kamis (6/7/2023).

Kata Yusrin, dana desa sudah mengalami penurunan dari dua tahun kemarin.

"Dulu tahun 2021 mencapai Rp 1,1 miliar, lalu tahun 2022 turun menjadi Rp 800-an juta dan sekarang turun lagi menjadi Rp 700-an juta," lanjut dia.

Yusrin pun mengaku tak mempermasalahkan hal itu. Hanya saja program-program bukan prioritas dari pemerintah pusat akan sedikit dipangkas.

"Cuma kayak stunting ataupun program kesehatan yang akan terus berjalan, karena desa Bulila ini juga telah menjadi kampung KB (Keluarga Berencana)," ungkapnya.

Desa Bulila saat ini termasuk desa mandiri di Kabupaten Bone Bolango.

Pada kesempatan lain, Kepala Desa Luwoo Ibrahim Pakaya turut membenarkan adanya pemotongan dana desa.

Baca juga: Kades di Gorontalo Gigit Jari, Pemerintah Pusat Potong Rp 38 Miliar Dana Desa per Tahun 2023

"Memang sama, kita juga ada penurunan. Dari Rp 987 juta dana desa di tahun sebelumnya. Dan di tahun ini hanya dapat Rp 878 juta," ujar Ibrahim Pakaya.

Seperti halnya Yusrin, Ibrahim pun akan memangkas beberapa program kecuali program prioritas dari pemerintah pusat.

Kemudian, Kepala Desa Pantungo Sofyan Gani juga berkata demikian.

"Sama kita itu dari Rp 846.978.000 menjadi Rp 760.793.000," ungkap Sofyan.

Menurut Sofyan, ia akan tetap menjalankan program yang ada di desanya, tetapi dengan menyesuaikan dana yang ada.

Dana desa sendiri adalah dana yang diperuntukkan bagi pemerintah desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dana desa ini digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa.

Dana desa yang disalurkan tidak langsung disalurkan kepada desa, namun masih melalui penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Dana desa tersebut pasti ada yang naik dan turun setiap tahunnya, tergantung pada penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Umumnya, dana desa di Gorontalo turun. Ada perbedaan antara dana desa tahun 2023 dengan tahun sebelumnya.

Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, pemerintah pusat mencairkan dana sebesar Rp 525 miliar untuk 657 desa di Gorontalo pada 2023.

Namun, dana desa tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya. Sebagaimana diketahui dana desa tahun 2022 berjumlah Rp 563 miliar. Artinya, pemerintah pusat memotong dana desa sebesar Rp 38 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer sempat membenarkan pemotongan dana desa.

“Anggaran dana desa terinformasi sedikit menurun dari tahun 2022, yakni berjumlah kurang lebih dari Rp 525 miliar. Di mana arah kebijakan Menteri Keuangan untuk fokus penggunaan dana desa tahun 2023 disinkronkan pengalokasiannya dengan prioritas nasional, utamanya untuk program pemulihan ekonomi.” kata Hamka. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved