Gorontalo Belum Punya Gudang Penyimpanan, Ekspor Barang Jadi Makan Waktu
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang menyebut Gorontalo saat ini
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Erwin-Situmorang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang menyebut Gorontalo saat ini belum memiliki lokasi penyimpanan.
Sehingga, pihaknya kesulitan mendistribusi barang dan jasa dari Gorontalo ke luar negeri.
Erwin Situmorang mengatakan, barang seperti jagung, tuna, perikanan, hingga kelapa pada umumnya diekspor.
"Mereka tuh ekspor, tetapi karena memang logistik di Gorontalo ini tidak direct langsung keluar negeri," kata Erwin Situmorang, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) wilayah Sulawesi Bagian Utara dalam Press Conference Alco Regional, Rabu (5/7/2023).
Tidak adanya gudang penyimpanan itu memaksa mereka menitip barang ekspor ke pelabuhan perantara.
"Barang-barang ini dibawa dulu ke daerah lain," ucapnya.
Kata Erwin, Gorontalo sempat mengekspor ikan hidup, namun harus dibawa ke Manado terlebih dahulu. Akhirnya ekspor barang jadi makan waktu.
"Karena memang logistiknya nggak ada di sini, maka sekarang kami bekerja sama juga dengan teman-teman Gorontalo untuk bisa membawanya ke Manado. Manado kan sudah ada direct yang langsung ke Jepang," jelasnya.
DJBC bersama Bea Cukai Gorontalo akan berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo mengenai hal tersebut. (*)