Wisuda Siswa
Wisuda Siswa di Gorontalo Ditolak Gubernur, Wali Kota hingga Bupati
Mulai dari Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Wali Kota Gorontalo Marten Taha, hingga Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, ikut menolak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2662023_Wisuda-siswa-TK.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Setidaknya 3 kepala daerah Gorontalo menolak penyelenggaraan wisuda siswa.
Mulai dari Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Wali Kota Gorontalo Marten Taha, hingga Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, ikut menolak.
Ketiga kepala daerah ini sama-sama berpendapat, bahwa wisuda siswa di Gorontalo memberatkan orang tua.
PJ Ismail Pakaya Keluarkan Larangan Wisuda Siswa di Gorontalo, Ada Sanksi Kalau Sekolah Ngeyel
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya mengeluarkan larangan pelaksanaan wisuda siswa level SMA, SMK, hingga SLB.
Jika sekolah terlanjur menjadwalkan wisuda siswa tersebut, ia meminta agar segera dibatalkan. “Saya minta dibatalkan saja,” tegas Ismail Pakaya.
Ia tak peduli meski wisuda siswa itu sudah disepakati dengan badan komite sekolah. Bahkan, Ismail meminta agar uang yang terlanjur dikumpulkan dari orang tua, harus dikembalikan.
"Khusus untuk SMA, SMK, SLB yang masih melakukan wisuda, mohon maaf kepala sekolahnya akan saya beri sanksi,” tegas Ismail, Selasa (20/6/2023).
Ismail mengatakan, pada saat rapat komite sekolah untuk pengambilan keputusan pelaksanaan wisuda, banyak orang tua yang hanya diam.
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Minta Wisuda Sekadar Silaturahmi Saja
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat ditemui di Festival Pesona Danau Limboto (FPDL) 2023. meminta acara wisuda harus disesuaikan kesepakatan orang tua murid.
"Pertama, saya serahkan kesepakatan orang tua ya. Kalau orangtua senang, silakan. Tapi jangan memaksa soal wisuda itu," kata Nelson Pomalingo kepada TribunGorontalo.com, seusai menutup agenda lomba perahu dayung FPDL 2023, Selasa (20/6/2023) sore.
Kalaupun harus dibuat acara penamatan murid TK, acara dibuat secara sederhana sehingga tidak membebani orangtua.
"Yang paling penting kan silaturahminya. Yang kedua, pengumuman mereka (murid) sudah selesai," jelas bupati.