Siswi Dianiaya Pacar
Siswi SMA Korban Penganiayaan Pacar Alami Trauma Psikis, Ayahnya Minta Pelaku Diringkus
Korban ini sementara duduk di bangku SMA kelas 2, berinisial VK berumur 17 tahun. VK mengaku mengalami traumatik dengan suara keras ataupun bentakan.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/01062022_Ilustrasi-women-abuse_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Korban yang diduga dianiaya oleh pacarnya mengaku mengalami trauma.
Korban ini sementara duduk di bangku SMA kelas 2, berinisial VK berumur 17 tahun.
VK mengaku mengalami traumatik dengan suara keras ataupun bentakan.
"Kalau ada suara besar dari orang, saya agak takut," kata VK saat dikonfirmasi Tribun Gorontalo di kediamannya, Kamis (22/6/2023).
Tak hanya itu, bahkan suaranya VK saat ini terdengar serak. Ia susah mengeluarkan suara disebabkan sering teriak saat kejadian berlangsung.
Saat pacarnya (FP) melakukan penganiayaan, VK sempat berteriak untuk minta tolong.
Namun, tak ada orang disekitaran lokasi penganiayaan. Lokasi berada di Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
"Suara saya begini, karena saat kejadian sempat teriak, dan di jalan itu sangat sepi," ujar VK.
Setelah kejadian, keesokan harinya, VK dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
VK mengalami luka lebam di bagian kaki, leher, hingga selangkangan.
"Pokoknya di atas motor itu saya dipukul terus, saya juga disikut, dan sempat diancam untuk ditusuk menggunakan visor motor," jelas VK.
Atas kejadian ini, Ayah VK, Anto Katili, meminta ke pihak berwajib untuk menindaklanjuti penganiayaan yang dialami anaknya tersebut.
Anto menginginkan pelaku agar cepat ditangani oleh pihak kepolisian.
Kejadian Berulang
Sebetulnya bukan kali ini saja VK mendapat kekerasan dari pacarnya, FP. Ia mengaku berulang kali mendapat kekerasan dari pacarnya.
Tiap kali VK membuat masalah, pacarnya selalu membentak hingga memukulinya.
"Sebelumnya pernah juga, tiap kali bertengkar, dia (pacarnya) main tangan," ungkap VK saat ditemui Tribun Gorontalo di kediamannya, Kamis (22/6/2023).
Menurut VK, pacarnya yang menjadi pelaku penganiayaan ini sifatnya cemburuan ataupun posesif.
Kepada Tribun Gorontalo, VK menerangkan, pacarnya berinisial FP sempat memukuli teman sebayanya.
Saat itu, VK mengikuti lomba menari di sekolahan. Saat pulang dari lomba, VK minta tolong ke temannya untuk mengantarkan ke kediamannya.
"Pacar saya ternyata tau, dan dia langsung memukul teman saya," jelas VK.
Momen yang sama, Ayah VK, Anto Katili mengatakan, sifat anaknya itu memang terkenal pendiam.
Masalah yang dialami VK jarang diceritakan kepada ayahnya.
"Iya memang anak saya ini terkenal lemah lembut, dan tertutup orangnya," tutup Anto. (*)