DPRD Provinsi Gorontalo
Warga Pohuwato Mengeluh ke DPRD Provinsi Gorontalo Terkait Longsor Pasir Gunung
Berbagai aspirasi diutarakan, seperti keresahan adanya balap liar, lalu maraknya penggunaan lem fox, dan minimnya penerangan jalan.
Penulis: Risman Taharudin | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Nikma Tahir Dapil Boalemo-Pohuwato reses ke Kelurahan Siduan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato.
Nyaris seluruh warga yang hadir dalam pertemuan itu adalah emak-emak. Mereka pun antusias menyampaikan aspirasinya.
Berbagai aspirasi diutarakan, seperti keresahan adanya balap liar, lalu maraknya penggunaan lem fox, dan minimnya penerangan jalan.
Lalu juga warga meminta beasiswa dan proyek pelebaran saluran air atau drainase. Saat ini hanya berukuran kecil dan tidak mampu menampung volume air yang besar.
Kemudian ada emak-emak yang meminta bantuan rumah layak huni (mahyani) serta penyelesaian masalah longsor atau sedimentasi pasir yang masuk ke rumah-rumah warga.
Baca juga: Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Sintje Kadji Soroti 3 Hal Saat Kunjungi Pohuwato
Keluhan terkait sedimentasi dari gunung dikeluhkan oleh warga bernama Roni Kadir. Katanya, pasir gunung yang terbawa banjir sering masuk ke rumah warga.
Sedimentasi itu juga mulai menimbun lahan-lahan pertanian warga di Sipayo. Inilah yang meresahkan masyarakat, kata dia.
Kepala Desa Siduan dalam kesempatan itu juga mengungkapkan, fenomena alam tersebut sudah menjadi masalah besar untuk masyarakat, termasuk warga Desa Soginti dan Sipayo.
Menurutnya, hal tersebut membutuhkan kerja sama berbagai elemen untuk mencari solusinya.
"Awalnya harus kita cari sebab akibatnya atas air dan pasir meluap ke pemukiman warga di beberapa desa, sehingga saat kucuran anggaran pemerintah itu tepat sasaran solusi solusi yang kita diskusikan bersama warga untuk pencegahan fenomena tersebut," tuturnya.
Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf Doakan Jemaah Calon Haji Sukses Jalani Ibadah
Nikma Tahir Aleg Partai Golkar menanggapi seluruh keluhan warga. Mudah saja kata dia untuk membuat drainase, hanya saja perlu ditelusuri apa penyebab sedimentasi pasir dari atas gunung.
Kata dia, sejak 2019 dirinya sudah menyampaikan aspirasi masyarakat itu ke PUPR-PKP Provinsi Gorontalo. Solusinya agar air dari gunung tak turun deras ke rumah warga dan membawa sedimentasi, maka perlu dibuatkan embung.
Pembuatan embung adalah untuk menampung air agar tak tumpah ke permukiman warga.
"Kalau kita tidak pikirkan apa solusi dan kajian terkait fenomena itu di atas gunung, maka akan terus terjadi abrasi, sehingga perlu adanya pembangunan bedeng di kaki gunung, agar tidak terjadi hal serupa," Jelasnya.
Baca juga: Turun Reses ke Boalemo, 8 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Disambut Pj Bupati hingga Sekda
Bedeng ini kata dia, akan berfungsi menampung volume pasir, termasuk pembangunan draenase akan berfungsi menampung curah hujan.
"Aspirasi ini akan saya sampaikan ke PUPR-PKP Gorontalo, sebab drainase itu berada di jalan trans, akibat belum adanya pembangunan beton drainase maka air hujan meluap ke pemukiman warga," tandas dia. ADV DPRD Provinsi Gorontalo (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2162023_Anggota-DPRD-Provinsi-Gorontalo-Nikma-Tahir.jpg)