DPRD Provinsi Gorontalo

Turun Reses ke Boalemo, 8 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Disambut Pj Bupati hingga Sekda

Ada delapan anggota DPRD yang turun, yakni Oktohari Dalanggo, La Ode Haimuddin, Wayan Sudarta, Faisal Rustam, Nikma Tahir, Nani Mbuinga, Dedy Hamzah,

Penulis: Risman Taharudin | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Turun Reses ke Boalemo, 8 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Disambut Pj Bupati hingga Sekda
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Delapan anggota DPRD Provinsi Gorontalo bertemu sejumlah pejabat Boalemo, Senin (12/6/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo turun ke Kabupaten Boalemo dalam agenda reses, Senin (12/6/2023). 

Ada delapan anggota DPRD yang turun, yakni Oktohari Dalanggo, La Ode Haimuddin, Wayan Sudarta, Faisal Rustam, Nikma Tahir, Nani Mbuinga, Dedy Hamzah, dan Sintje Kadji.

Para perwakilan rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Boalemo-Pohuwato ini menyampaikan berbagai program serta hal-hal yang disalurkan ke masyarakat. 

Mereka disambut oleh Pj Bupati Boalemo, Sherman Moridu yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Suparda Nur, serta sejumlah kepala OPD. 

Usai mendengar segala penyampaian dari delapan Aleg tersebut, Sherman Moridu menyampaikan data kemiskinan di wilayah itu. 

Saat ini kata dia khusus Boalemo, terjadi masalah dalam hal Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Banyak warga yang mengeluh kata dia. 

“Benar miskin tapi tidak dalam DTKS, sehingga ini menjadi kendala dalam penyaluran bantuan,” kata Sherman. 

Ia merinci, kemiskinan berkisar di angka 18,74 persen atau sejumlah 148.526 jiwa miskin.

Angka ini kata dia jadi yang tertinggi di Provinsi Gorontalo. Tak cuma miskin, ada pula angka miskin ekstrem mencapai 3.68 persen atau 5.456 jiwa. 

"Kami berusaha untuk menindaklanjuti keluhan warga dan menjadi perhatian Bapak Ibu anggota DPRD Provinsi Gorontalo," jelasnya.

Beruntung saat ini kata dia, ada program pengentasan kemiskinan ekstrem bernama P3KE, akronim dari Penyasaran, Percepatan, Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. 

“Kategori miskin ekstrim ini adalah mereka yang pendapatan kurang Rp 360 per bulan serta petani yang tidak mempunyai lahan,” kata dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved