OPINI
Baby Blues dan Kesehatan Mental Seorang Ibu
Baby Blues merujuk pada perasaan sedih, cemas, atau sensitif yang dialami oleh sebagian besar ibu setelah melahirkan.
Peran ibu dalam pandangan Islam
Bagaimana Islam menyikapi Baby Blues ini? tentang faktor hormon yang mempengaruhi sikap, mood, dan perilaku seseorang, memang dari kaca mata medis ini sesuatu yang sangat normal terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan.
Islam juga memandang ini sebagai Qadha (ketetapan Allah SWT). Oleh karena itu, dari fitrah manusia ini akan menimbulkan sikap ridho (penerimaan) dengan kondisi tersebut.
Hal ini akan membuat seseorang memiliki sikap Qana’ah. Penerimaan hal ini, akan mempengaruhi kondisi fisik lebih baik, lebih tenang, dan mental yang stabil.
Adanya perubahan pada aktivitas sebelum dan sesudah menikah-kemudian menjadi ibu. Maka, dalam hal ini seorang istri tidak akan terlalu kaget apalagi merasa berat dengan dengan perannya tersebut.
Hal ini karena proses Pendidikan yang didapati berhasil menciptakan generasi dengan pemikiran yang bukan sekedar pintar dilihat dari nilai, tetapi memiliki kemampuan untuk mengelola aktivitas kehidupan yang lebih baik-bahkan setelah menikah.
Dari sini jelas bahwa Islam bukan hanya mengatasi masalah yang sudah terjadi, namun memiliki konsep yang sangat komprehensif mengatur kehidupan manusia. Olehnya, Islam berdiri atas tiga pilar utama, yaitu:
Ketaatan individu.
Dalam Islam peran seorang ibu selalu memiliki support dari suami sebagai kepala rumah tangga. Suami yang berperan untuk mendidik istrinya, membina keluarga, mengatur rumah tangga dengan aturan Islam, sehingga istri tidak merasa berjuang sendiri dalam urusan mengurus anak.
Ketakwaan seorang istri juga akan membuatnya menikmati perannya sebagai Ummu wa rabbatul bait.
Kontrol sosial.
Peran sebagai ibu tidak berarti menutup diri dari kehidupan sosial seorang istri, justru posisinya lebih strategis untuk melakukan amar makruf nahi mungkar sebagai masyarakat sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain.
Namun, kedua hal ini sulit didapat dalam kehidupan jika tidak ada peran negara. Negaralah yang memiliki kewenangan penuh untuk menerapkan kepada masyarakat secara merata.
Negara mengeluarkan aturan yang tetap menjaga ketakwaan setiap individu dengan menjauhkan dari pikiran rusak yang bukan dari Islam.
Negara juga senantiasa memberi fasilitas yang bisa diakses semua kalangan masyarakat baik Pendidikan, pelayanan Kesehatan, dan lainnya tanpa pandang status.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deysi-Safitri-Mangkat-S-Pd.jpg)