OPINI
Baby Blues dan Kesehatan Mental Seorang Ibu
Baby Blues merujuk pada perasaan sedih, cemas, atau sensitif yang dialami oleh sebagian besar ibu setelah melahirkan.
Faktor internal, dilihat dari kesiapan seseorang untuk menjadi seorang ibu, baik secara fisik dan mental.
Mental seseorang terbentuk dari pengetahuan, tsaqofah yang mempengaruhi cara pandang/persepsi terhadap kehidupan berumah tangga.
Adapun faktor eksternal yang berasal dari luar diri seorang ibu, seperti dukungan pasangan, keluarga, dan lingkungan.
Dari sini bisa kita lihat betapa besar peran pemikiran dalam hidup. Dari pemikiran inilah menentukan keputusan dalam hidup seseorang.
Bagaimana ia bertindak, juga hasil dari paham yang diemban. Kasus Baby Blues menjadi salah satu bukti kongkrit rusaknya pemikiran seorang ibu saat ini.
Keputusan untuk menikah tidak hingga kesiapan untuk mengurus dan mendidik anak. Anak yang dititipkan sebagai anugerah dari pencipta, dipandang sebagai beban hidup yang berat.
Walhasil, mental seorang ibu yang tidak siap juga ikut rusak. Kondisi ini bukan hanya bahaya bagi seorang ibu, tetapi juga fatal bagi anak.
Sekularisme, paham yang merusak mental ibu!
Kehidupan masyarakat sekarang ini yang disadari atau tidak, telah mengemban paham sekularisme, yaitu paham yang memisahkan kehidupan dengan agama.
Kehidupan yang tidak diatur dengan agama. Secara sadar memisahkan aturan agama dari seluruh aspek kehidupan manusia.
Pemikiran yang terpapar racun sekuler ini, menghasilkan pemikiran yang keliru tentang peran seorang ibu dalam rumah tangga.
Kehidupan yang hanya berstandarkan pada nilai-nilai materi, sehingga peran apapun selalu digantungkan pada untung rugi.
Cara pandang seperti ini menjadikan perempuan hanya siap menjadi istri, namun tidak sebagai ibu. Apalagi dipandang dari sistem hari ini yang memang tidak menyiapkan perempuan siap menjadi seorang ibu.
Hal ini bisa dilihat dari sistem pendidikan yang orientasinya hanya berfokus pada nilai dan materi.
Padahal pendidikan sebenarnya tidak hanya sebatas itu.
Cakupannya luas, dan hasilnya harus mampu membawa pemahaman kepada generasi yang siap dengan kehidupan setelahnya. Termasuk generasi perempuan yang siap menjadi ibu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Deysi-Safitri-Mangkat-S-Pd.jpg)