Rabu, 4 Maret 2026

BPS Provinsi Gorontalo

Tomat termasuk Penyumbang Terbesar Inflasi Kota Gorontalo per Mei 2023

Badan Pusat Statistik merilis data Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Gorontalo per Mei 2023.

|
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Tomat termasuk Penyumbang Terbesar Inflasi Kota Gorontalo per Mei 2023
TribunGorontalo.com
Tomat di Pasar Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Pusat Statistik merilis data Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Gorontalo per Mei 2023.

Tomat saat ini termasuk salah satu penyumbang terbesar inflasi Kota Gorontalo, yakni 0,1711 persen.

Di bawah tomat ada komoditi bawang merah, berselisih tipis sebesar 0,1379 persen.

Menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif andil komoditas tomat cukup fluktuatif.

"Kadang-kadang dia (tomat) deflasi, kadang-kadang inflasi," kata Mukhamad Mukhanif seusai presentasi Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Provinsi Gorontalo, Senin (5/6/2023).

Mukhamad Mukhanif
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif

Hal ini, lanjut Mukhanif, membuat pihaknya tak begitu khawatir perkara besarnya andil tomat terhadap inflasi saat ini.

"Kita tahu pembentuk harga itu kan supply/demand, ya. Jadi bisa dikatakan supply-nya atau distribusinya mungkin, atau sedang permintaan besar (demand) dari kota lain misalnya," ungkap dia.

Sebelumnya, BPS Provinsi merilis data bahwa perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Gorontalo selama Mei 2022 sampai dengan Mei 2023 secara umum menunjukkan kenaikan. 

Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada Mei 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 3,15 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,52 pada Mei 2022 menjadi 112,97 pada Mei 2023. 

Tingkat infiasi month to month (mtm) sebesar 0,08 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 0,29 persen. 

Dari 339 jenis barang dan jasa yang dipantau harganya di Kota Gorontalo selama Mei 2022 sampai dengan Mei 2023, 158 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya kenaikan harga.

63 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga, serta 118 jenis barang dan jasa tidak mengalami perubahan harga. 

Inflasi yoy Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan indeks pada 10 kelompok pengeluaran dan penurunan pada satu kelompok pengeluaran. 

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,23 persen.

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,44 persen.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved