Selasa, 3 Maret 2026

Pemkab Bone Bolango

Merlan S Uloli Minta Media Gorontalo Berani Ekspos Wajah Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak

Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S Uloli beranggapan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak perlu ditoleransi.

|
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Merlan S Uloli Minta Media Gorontalo Berani Ekspos Wajah Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak
TribunGorontalo.com
Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S Uloli saat memberikan sambutan di Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak, Kamis (1/6/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wakil Bupati Bone Bolango Merlan S Uloli beranggapan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak perlu ditoleransi.

Ia meminta semua media di Gorontalo harus berani mengekspos wajah pelaku.

"Biar untuk sanksi sosial bagi pelaku. Walaupun nanti korban kan biasa inisial. Tetapi, pelaku ini kalau perlu fotonya ditampilkan," ujar Merlan Uloli seusai membuka kegiatan Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak di Hotel Aston Gorontalo, Kamis (1/6/2023).

Menurutnya, untuk menghindari pelanggaran kode etik, foto pelaku lebih baik ditutupi matanya saja. Asalkan wajahnya ditampakkan nyata.

Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak.
21 Kepala Desa beserta relawan se-Kabupaten Bone Bolango mengikuti Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak.

Hal itu, kata dia, bertujuan memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadikan momok bagi siapapun berniat berbuat hal yang sama.

Sebelumnya, kalimat serupa juga diucapkan Wabup Merlan saat membuka Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak.

Ia mengaku ingin semua pelaku tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak itu jengah sekaligus jera.

Pasalnya, kasus kekerasan perempuan dan anak masih sering menghantui Provinsi Gorontalo, terutama Kabupaten Bone Bolango.

"Kita Bone Bolango itu kekerasan perempuan begitu banyak, tapi sedikit yang dipublish media," ujar Merlan.

Baca juga: Pria Asal Suwawa-Gorontalo Tepergok Mencabuli Wanita Lansia

Ia pun melontarkan seruan keras, agar pelaku kejahatan perempuan dan anak dihukum seberat mungkin.

Oleh karenanya, ia berharap Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak dapat membawa perubahan di masa depan.

Diketahui, agenda pelatihan tersebut merupakan program Kementerian PPA RI. Dihadiri seluruh kepala desa beserta relawan se-Kabupaten Bone Bolango.

Tak tanggung, Pemda Bone Bolango mendatangkan langsung Riza Wahyuni, Psikolog klinis dan forensik LPP Geofira dan SATGAS PPA Jawa Timur.

"Dengan adanya pelatihan dan narasumber langsung dari Psikolog Jawa Timur ini, akan banyak ilmu, strategi yang diterima oleh para peserta," terangnya. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved