Jawara Kompetisi Mural Gorontalo, Ririe Sahami Mulai Suka Seni Rupa Kala Iseng Lukis Wajah Guru SD
Kompetisi digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo ini diikuti 21 peserta. Di mana Ririe Sahami menjadi juara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ririe-Sahami.jpg)
Setiap hari, ia melayani pemesanan dari klien di wilayah Gorontalo.
Ririe membuka jasa melukis sepatu hingga wajah orang dengan kisaran harga 350 ribu sampai 1,5 juta. Harga itu bergantung tingkat kerumitan.
Sementara untuk jasa air brush, ia mematok harga ke konsumen mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta.
Ririe cukup bersyukur memiliki sosok pendamping yang mendukung passion-nya.
Adalah Merlin Anis Thalib. Wanita yang dikenali Ririe sejak masih bujangan ini menjadi penyemangat hidupnya.
Keduanya bertemu secara tidak sengaja. Kala itu, Ririe iseng-iseng menemukan wajah Merlin yang lewat di time line media sosial.
Ia pun mulai melukis wajah Merlin. Kemudian, gambar itu dijadikan kado ulang tahun.
"Jadi saya kirim ke dia pas ultah," ujar Ririe tersipu malu.
Kejadian itu membuat keduanya semakin dekat dan berkomunikasi intens, namun mereka tak pernah bertemu langsung.
Saat masih pacaran, Ririe sempat berkunjung ke negeri Papua, tempat Merlin bekerja.
Di tempat itu Ririe mencoba menawarkan jasa lukis melalui portal Facebook.
"Daripada sepi di kos, tidak tahu bikin apa, saya cari-cari portal Sorong," tuturnya.
Ririe akhirnya menawarkan jasa melukis wajah, dan ternyata ada orang yang memesan.
"Ada yang pesan. Karena di sana jauh, saya kasih harga Rp 350 ribu," jelas dia.
Baca juga: Seniman Asal Jogja Jualan Lukisan di Taman Budaya Limboto-Gorontalo, Bermimpi Punya Galeri Seni
Harga demikian disebut bukan masalah bagi warga di sana. Hal ini membuat Ririe merasa jasanya begitu dihargai.
Kini, setelah menikahi Merlin, Ririe semakin yakin menjalani usaha otomotif berupa jasa re-paint dan air brush kendaraan.
Ririe memutuskan pindah dari Limboto ke Bongomeme. Di sanalah ia mengembangkan usahanya sampai sekarang.
Ia bermimpi suatu saat nanti bisa mendirikan organisasi bagi pecinta seni rupa di Kabupaten Gorontalo. (*)