Jawara Kompetisi Mural Gorontalo, Ririe Sahami Mulai Suka Seni Rupa Kala Iseng Lukis Wajah Guru SD
Kompetisi digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo ini diikuti 21 peserta. Di mana Ririe Sahami menjadi juara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ririe-Sahami.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Ririe Sahami berhasil memenangkan kompetisi mural Gorontalo.
Kompetisi digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo ini diikuti 21 peserta.
Nama Ririe Sahami keluar sebagai juara usai memadukan tiga tema yang ditentukan panitia.
"Jadi konsepnya digabung. Kalau yang lain kan cuma ambil satu tema, kalau saya tiga tema," kata Ririe kepada TribunGorontalo.com, Jumat (26/5/2023).
Konsep tersebut sudah terpikirkan satu minggu sebelum kompetisi. Tetapi sewaktu hari H, Ririe mengubah konsepnya.
"Pertama itu saya biarkan yang lain melukis. Baru saya ubah konsep karena ada yang menggambar objek yang sama," ungkapnya.
Pria kelahiran 23 April 1988 ini mengaku sudah lima kali menjuarai kompetisi mural di Provinsi Gorontalo.
Perjalanan Ririe menjadi pelukis berawal ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kala itu, ia bersama teman sekelasnya mendapat tugas menggambar dari gurunya.
Lalu ia secara iseng melukis wajah gurunya sendiri. Mulai saat itu Ririe terus mengasah kemampuannya di bidang seni rupa.
"Saya pernah juara III melukis. Kalah karena alat tulis tidak lengkap," kenang Ririe.
Keluarga Ririe memiliki latar belakang seni, namun ia sama sekali belajar dari nol.
Sesekali ia menonton video dari YouTuber luar negeri guna menambah pengetahuannya.
Walaupun ia tak seberuntung orang lain yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, kemampuan melukis terus diasah olehnya.
Sekarang Ririe menjalani profesi sebagai pelukis sekaligus usaha bidang otomotif yang dinamakan Ririe Air Brush.
Setiap hari, ia melayani pemesanan dari klien di wilayah Gorontalo.
Ririe membuka jasa melukis sepatu hingga wajah orang dengan kisaran harga 350 ribu sampai 1,5 juta. Harga itu bergantung tingkat kerumitan.
Sementara untuk jasa air brush, ia mematok harga ke konsumen mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta.
Ririe cukup bersyukur memiliki sosok pendamping yang mendukung passion-nya.
Adalah Merlin Anis Thalib. Wanita yang dikenali Ririe sejak masih bujangan ini menjadi penyemangat hidupnya.
Keduanya bertemu secara tidak sengaja. Kala itu, Ririe iseng-iseng menemukan wajah Merlin yang lewat di time line media sosial.
Ia pun mulai melukis wajah Merlin. Kemudian, gambar itu dijadikan kado ulang tahun.
"Jadi saya kirim ke dia pas ultah," ujar Ririe tersipu malu.
Kejadian itu membuat keduanya semakin dekat dan berkomunikasi intens, namun mereka tak pernah bertemu langsung.
Saat masih pacaran, Ririe sempat berkunjung ke negeri Papua, tempat Merlin bekerja.
Di tempat itu Ririe mencoba menawarkan jasa lukis melalui portal Facebook.
"Daripada sepi di kos, tidak tahu bikin apa, saya cari-cari portal Sorong," tuturnya.
Ririe akhirnya menawarkan jasa melukis wajah, dan ternyata ada orang yang memesan.
"Ada yang pesan. Karena di sana jauh, saya kasih harga Rp 350 ribu," jelas dia.
Baca juga: Seniman Asal Jogja Jualan Lukisan di Taman Budaya Limboto-Gorontalo, Bermimpi Punya Galeri Seni
Harga demikian disebut bukan masalah bagi warga di sana. Hal ini membuat Ririe merasa jasanya begitu dihargai.
Kini, setelah menikahi Merlin, Ririe semakin yakin menjalani usaha otomotif berupa jasa re-paint dan air brush kendaraan.
Ririe memutuskan pindah dari Limboto ke Bongomeme. Di sanalah ia mengembangkan usahanya sampai sekarang.
Ia bermimpi suatu saat nanti bisa mendirikan organisasi bagi pecinta seni rupa di Kabupaten Gorontalo. (*)