Pilpres 2024
277 Hari Menuju Pilpres 2024 - Prediksi Elektoral Capres: Prabowo-Ganjar-Anies, 46 - 25 - 17 Persen
Prabowo Subianto on the track Pilpres 2024. Berbeda dengan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang tren negatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120523-prabowo2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Prabowo Subianto on the track Pilpres 2024. Berbeda dengan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang tren negatif.
Mengacu dari temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Desember 2022 - April 2023, elektoral Prabowo berpotensi di 46,5 persen saat Pilpres 2024.
Berbeda dengan Ganjar dan Anies. Capres PDIP dan Nasdem ini berpotensi anjlok ke angka 25,7 persen dan 17,2 persen.
SMRC menemukan elektabilitas Prabowo naik 6 persen dalam 4 bulan. Artinya ada potensi naik lagi 15 persen hingga Februari 2024, asumsinya pesta demokrasi 10 bulan lagi.
Jika elektoral April di angka 31,5 persen, maka peluang mencapai 46,5 persen saat Pilpres 2024.
Sedangkan Ganjar, elektoralnya turun 3 persen dalam 4 bulan. Ada potensi terjun lagi 7,5 persen hingga Februari 2024.
Jika elektoral April di angka 33,2 persen, jika tren ini berlanjut bisa tersisa 25,7 persen saat Pilpres 2024.
Begitu juga Anies. Elektabilitasnya turun 2,8 persen dalam 4 bulan. Potensi turun lagi 7 persen hingga Februari 2024.
Elektoral April di angka 24,2 persen. Bila tren ini berlanjut dapat anjlok 17,2 persen saat Pilpres 2024.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengalami meningkatan elektabilitas jelang Pemilu 2024.
Hal sebaliknya terjadi pada Gubernur Jawa Tengah dan mantan Gubernur DKI Jakarta yang mengalami penurunan.
Perolehan elektabilitas itu terlihat dari studi perubahan pola kecenderungan pilihan kandidat calon presiden (capres) yang diinginkan rakyat berdasarkan studi SMRC.
Studi itu dilakukan dalam kurun empat bulan terakhir, yakni Desember 2022 hingga awal April 2023.
"Pertarungan pada lapisan atas dan bawah dalam empat bulan terakhir dimenangkan oleh Prabowo Subianto ," ujar Saiful Mujani dilansir dari rilis hasil enelitian SMRC yang dipublikasikan pada Kamis (11/5/2023).
Elektabilitas Prabowo mengalami lonjakan hingga 6 persen, yaitu dari 25 persen pada Desember 2022 menjadi 31,5 persen pada April 2023.
Sementara elektabilitas Anies dan Ganjar terkoreksi hampir 3 persen.
Anies misalnya, mengalami penurunan dari 27 persen menjadi 24,2 persen, sedangkan Ganjar turun dari 36,1 persen menjadi 33,2 persen pada periode yang sama.
Meskipun mengalami penurunan, elektabiltas Ganjar Pranowo unggul dibandingkan Anies dan Prabowo sekalipun yang mengalami kenaikan.
Prabowo kuat di desa dan kota merujuk studi yang sama, elektabilitas Prabowo mengalami kenaikan yang cukup signifikan di wilayah pedesaan dan perkotaan.
Di wilayah perkotaan, kenaikan dukungan untuk Menteri Pertahanan itu bahkan mencapai 8 persen, yaitu dari 21 persen menjadi 29 persen pada periode yang sama.
Sedangkan di desa, kenaikan itu mencapai 5 persen, yaitu dari 29 persen menjad 34 persen.
Bagaimana dengan Ganjar dan Anies? Dukungan bagi Politikus PDIP itu cenderung stabil, meskipun mengalami penurunan 1 persen di wilayah pedesaan yakni dari 33 persen menjadi 32 persen.
Sementara di wilayah perkotaan, bakal capres berambut putih itu justru mengalami penurunan signifikan dari 39 persen menjadi 34 persen.
Adapun elektabilitas bakal capres yang diusung Nasdem dkk mengalami penurunan tiga persen, baik untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Di wilayah perkotaan, elektabilitas Anies turun dari 29 persen menjadi 26 persen, sedangkan di pedesaan turun dari 25 persen ke 22 persen.
“Terlihat bahwa pertarungan di perkotaan adalah antara Prabowo Subianto dan Ganjar. Dan nampaknya yang memenangkan pertarungan (dalam empat bulan terakhir) di wilayah ini adalah Prabowo Subianto,” ungkap Saiful.
“(Sedangkan) Anies dengan Prabowo bertempur di pedesaan. Prabowo Subianto memenangkan pertempuran di kedua medan itu (untuk sementara) dalam kurun waktu ini (Desember 2022 ke April 2023),” imbuhnya.
(*)