Senin, 16 Maret 2026

Human Interest Story

Rian Raziku Remaja Gorontalo Jualan Balon LED Demi Bangun Rumah hingga Bantu Biaya Kuliah Kakak

Rian Raziku/ Ian (20), remaja asal Tilamuta Kabupaten Boalemo, Gorontalo, sosok remaja penjual balon LED di Kota Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Rian Raziku Remaja Gorontalo Jualan Balon LED Demi Bangun Rumah hingga Bantu Biaya Kuliah Kakak
TribunGorontalo.com
Rian Raziku, remaja Gorontalo penjual balon LED di Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Di perempatan Jalan Nani Wartabone, depan Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, belasan balon LED berkilauan dari kejauhan.

Rian Raziku/ Ian (20), remaja asal Tilamuta Kabupaten Boalemo, Gorontalo merupakan pemilik balon LED itu.

Ia rupanya setiap malam kerap berdiri di atas trotoar sambil memandang kendaraan lalu lalang. 

Malam itu, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 Wita.

Ian mengaku sudah dua tahun malang melintang jualan balon LED. Beragam kota telah disinggahinya. Sebut saja Luwuk, Banggai Kepulauan, hingga Kota Manado.

Setelah lulus dari SMA Tilamuta di tahun 2019, Ian mulai belajar merakit balon LED dari ayahnya. Hanya butuh waktu dua bulan bagi dia menguasai semuanya.

Walaupun ia diminta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tapi Ian menolak.

Remaja kelahiran 2003 ini rupanya memilih jalan berbisnis.

"Papa mau kasih kuliah tapi saya tidak mau," ujar Ian kepada TribunGorontalo.com, Senin (8/5/2023) malam.

Ian hanya mau diajari cara berusaha balon LED. Tentu saja ayahnya menyanggupi.

Saat pandemi mulai mereda, Ian memutuskan meraup penghasilan dari usaha balon LED.

Merasa puas menjelajahi pulau seberang, Ian lantas memilih Kota Gorontalo.

Balon LED dijual Rp 50 ribu per picis. Harganya mungkin terbilang mahal bagi beberapa calon pembeli.

Namun Ian beralasan karena semua bahan dibeli dari Manado, Sulawesi Utara.

"Di sini tidak ada yang jual bahan," jelasnya.

"Kadangkala ada yang bilang cuma Rp 35 ribu. Dorang kira cuma balon biasa ini," imbuh dia.

Baca juga: Cerita Reinhard Santoso Diver Gorontalo Bertemu Paus Orca, Sempat Disangka Lumba-lumba

Ian sejatinya memperoleh keuntungan sebesar Rp 2000 dari setiap penjualan balon. Sebab, harga bahan kisaran Rp 48 ribu.

Ia memesan bahan langsung dari distributor langganannya di Kota Manado. Berkat bantuan temannya, ia mampu merakit balon sampai 100 buah. 

Balon LED itu kemudian dijual oleh Ian mulai pukul 15.00-23.00 Wita.

Dalam sehari, biasanya Ian mendapat keuntungan kotor hingga Rp 700-an ribu.

Penjualan terbesar saat malam pasang lampu, di mana hampir setiap malam balon LED miliknya laris.

Para pembeli didominasi kalangan ABG. Dalam sejam saja, banyak remaja wanita menanyakan harga balon.

Ada orang sekadar bertanya lalu pergi, ada pula pria membelikan balon LED untuk pacarnya.

Tak banyak yang tahu, Ian sempat membiayai perkuliahan kakak kandungnya.

Kakak perempuan Ian adalah mahasiswi Jurusan Keperawatan di Universitas Negeri Gorontalo.

Ian lalu mencoba membantu biaya semester kakaknya itu menggunakan uang hasil jerih payahnya.

"Saya mau rasakan bagaimana bapak biayai sekolah kakak," terang Ian.

"Baru saya tahu ternyata sangat susah," ucapnya sembari tersenyum.

Kini Ian fokus membahagiakan orang tuanya. Ia tengah mengumpulkan modal untuk membeli bahan-bahan bangunan.

"Saya sudah beli semen 100 sak. Ini sementara ba tabung. Pokoknya saya mo bangun (rumah) besar," ungkapnya tertawa.

Baca juga: Sukses Buka Distro di Gorontalo, Fikri Umar Mengaku Pernah Jualan Jilbab hingga Saraba

Anak ketiga dari pasangan Ramli Raziku dan Erni Abas ini belum memikirkan pernikahan. Ia masih ingin menikmati masa mudanya. 

Ian pun berpesan kepada remaja seusianya supaya belajar mandiri.

"Jangan menyusahkan orang tua," tandas Ian. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved