Pilpres 2024
286 Hari Menuju Pilpres 2024: Golkar - PKB Gagas Koalisi Besar, Duet Airlangga - Cak Imin?
Airlangga - Muhaimin Iskandar sebagai capres - cawapres. Koalisi Golkar - PKB memperoleh 143 kursi (24,86 persen) di Parlemen Senayan atau DPR RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/030523-airlangga-cak-imin2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Partai Golkar dan PKB membentuk koalisi. Kerja sama ini untuk membentuk koalisi besar Pilpres 2024.
Prabowo Subianto - Airlangga Hartarto diprediksikan akan menjadi 'pengantin' koalisi besar nanti.
Spekulasi lainnya, Airlangga - Muhaimin Iskandar sebagai capres - cawapres. Koalisi Golkar - PKB memperoleh 143 kursi (24,86 persen) di Parlemen Senayan atau DPR RI.
Sebelumnya Golkar, PPP, PAN telah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. PKB dan Partai Gerindra membentuk koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Belakangan PPP dan nantinya menyusul PAN bekerja sama dengan PDIP mengusung Ganjar Prabowo sebagai capres.
Peresmian koalisi Golkar - PKB disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Pelataran Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2023).
Koalisi ini menjadi jembatan untuk pembentukan koalisi besar. "Saya ingin melakukan seremonial dengan Pak Imin untuk mendukung bahwa koalisi inti ini terbentuk," ujar Airlangga dikutip dari TribunJogja.com.
Kata Airlangga, pembentukan koalisi inti tersebut seusai keduanya berbicara panjang lebar.
"Masing-masing mempunyai koalisi, koalisi Golkar dengan KIB, PKB dengan koalisi indonesia raya, namun dalam pembahasan selanjutnya kita berdua berbicara koalisi besar, besar itu membutuhkan koalisi inti dan koalisi inti itulah yang kita duduk bersama di mana koalisi inti ini antara Golkar dan PKB," jelasnya.
Bahkan, kata Airlangga, PKB dan Golkar sudah menindaklanjuti pembentukan koalisi inti tersebut dengan pembentukan tim pemenangan.
Nantinya, tim pemenangan itu bertugas untuk membahas langkah-langkah teknis.
"Kita sudah menunjuk tim pemenangan yaitu dari Golkar adalah Bapak Nusron Wahid dan dari PKB nanti Pak Faisol Riza. Jadi kedua tim ini tentu akan duduk untuk meneruskan langkah-langkah teknis," ungkapnya.
Berikut hasil Pemilu Legislatif 2019 diurutkan dari partai yang mendapat suara tertinggi.
- PDI-P Jumlah suara: 27.503.961 (19,33 persen)
Jumlah kursi: 128 - Golkar Jumlah suara: 17.229.789 (12,31 persen)
Jumlah kursi: 85 - Gerindra Jumlah suara: 17.596.839 (12,57 persen)
Jumlah kursi: 78 - Nasdem Jumlah suara: 12.661.792 (9,05 persen)
Jumlah kursi: 59 - PKB Jumlah suara: 13.570.970 (9,69 persen)
Jumlah kursi: 58 - Demokrat Jumlah suara: 10.876.057 (7,77 persen)
Jumlah kursi: 54 - PKS Jumlah suara: 11.493.663 (8,21 persen)
Jumlah kursi: 50 - PAN Jumlah suara: 9.572.623 (6,84 persen)
Jumlah kursi: 44 - PPP Jumlah suara: 6.323.147 (4,52 persen)
Jumlah kursi: 19
(*)