Hiu Paus Gorontalo
Pegawai BPK RI Kritik Fasilitas Wisata Hius Paus Gorontalo: Toilet Bau dan Ada Sampah-sampah
Wisatawan bernama Astar Lambaga (55) itu memang baru pertama kali jalan-jalan ke wisata Hiu Paus Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pangkalan-Hiu-Paus-di-Wisata-Hiu-Paus-Desa-Botubarani-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang wisatawan asal Jakarta mengkritik wisata Hiu Paus Gorontalo di Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango.
Wisatawan bernama Astar Lambaga (55) itu memang baru pertama kali jalan-jalan ke wisata Hiu Paus Gorontalo.
Sayangnya, ia justru menemui kondisi yang menurutnya kurang nyaman.
Baca juga: Wisata Murah Meriah Spot Hiu Paus Gorontalo Idola Turis, Ini Tarifnya
"Tadi toiletnya bau dan di sini (sekitar pantai) ada sampah-sampah," curhat Astar kepada TribunGorontalo.com, Senin (1/5/2023).
Kebetulan, Astar merupakan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Ia juga eks Kepala Sekretariat BPK Perwakilan Sumsel dan Jawa Timur.
Ia memanfaatkan libur Lebaran Idul Fitri 2023 untuk menikmati wisata Hiu Paus bersama keluarganya.
Hanya itu, pengelolaan wisata Hiu Paus menurutnya harus diperhatikan lagi. Apalagi Hiu Paus menargetkan wisatawan mancanegara.
Astar merasa terganggu dengan sampah-sampah plastik yang mengambang di perairan Botubarani. Mengganggu keindahan, apalagi untuk sekelas wisata Hiu Paus.
Baca juga: Kadispar Aryanto Husain Bangga Pasang Wallpaper Hiu Paus di Ruang Kerja, Ini Alasannya
Saran dia, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih karena wisata Hiu Paus Gorontalo memiliki potensi besar untuk menggenjot Penghasilan Asli Daerah (PAD).
"Kalau ini penghasil PAD, harusnya diperhatikan retribusinya dan lain-lain," tegas dia.
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, ada setidaknya 3 ekor Hiu Paus yang muncul. Wisatawan yang sudah memadati lokasi itu sumringah. (*)