Dibantu Sosok Misterius, Kasus Ken Admiral Terang Berkat Kiriman Flashdisk Video Penganiayaan
keluarga Ken Admiral mendapat kiriman dari sosok misterius, berisi flashdisk rekaman penganiayaan yang dilakukan Aditya Hasibuan pada korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2642023_AKBP_Polda-Sumut.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Keluarga korban penganiayaan Aditya Hasibuan, Ken Admiral, rupanya dibantu sosok misterius untuk mengungkap kasus yang menimpa anaknya.
Dilansir TribunWow.com, sebelum Idul Fitri 2023, keluarga Ken Admiral mendapat kiriman berisi flashdisk rekaman penganiayaan yang menimpa korban.
Hingga kini belum diketahui sosok misterius yang berbaik hati membantu keluarga Ken Admiral mendapatkan bukti kasus penganiayaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ken Admiral babak belur dihajar Aditya Hasibuan, anak perwira polisi bernama AKBP Achiruddin Hasibuan.
Baca juga: Polda Sumut Copot AKBP Achiruddin Hasibuan Gara-gara Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Anaknya
Video penganiayaan Ken Admiral bahkan sempat viral di media sosial.
Elvi Indri, ibu kandung Ken Admiral, mengaku mendapat rekaman video penganiayaan anaknya sehari sebelum lebaran.
Awalnya, mereka menerima paket dari orang yang tidak diketahui, lalu saat dibuka berisi sebuah flashdisk.
Kemudian, ia dan suaminya pun membuka file tersebut dan didapati rekaman anaknya dianiaya oleh Aditya Hasibuan, anak AKBP Achiruddin Hasibuan.
"Itu didapat sehari sebelum lebaran. Lebarannya malam ini, sorenya kami terima video melalui paket, flashdisk. Di situlah pas di situ saya terima dan baru kami sama bapaknya buka, menonton," kata Elvi Indri, Kamis (27/4/2023) sore.
Sampai saat ini Elvi dan keluarganya mengaku belum mengetahui siapa pengirim video tersebut.
Namun ia menyatakan, video dikirim setelah kasus ini diambil alih dari Polrestabes Medan ke Polda Sumut.
Seketika melihat video itu hatinya langsung hancur, emosinya memuncak.
Ia tak kuasa melihat putranya dipijak-pijak, diludahi dan kepala dibentur-benturkan.
"Itulah padahal prosesnya ini sudah berjalan di Polda Sumut, karena saya mau nengok video itu mana ada orang tua yang enggak menangis melihat luar biasa dipijak anak saya."
Kuasa Hukum keluarga Ken Admiral, Irwansyah Putra Nasution pun menyampaikan flashdisk berisikan video penganiayaan dikirim seseorang.
"Intinya gini. Ada orang baik yang mencoba membantu mengungkap kasus ini," kata Irwansyah.
Baik kuasa hukum dan keluarga berharap agar Polda Sumut melengkapi berkas dan memeriksa saksi lainnya.
Menurutnya Irwansyah ada saksi kunci lain dan dari pelaku yang harus dijerat hukum.
Mereka berharap Polda Sumut menjerat para pelaku dengan pasal penganiayaan secara bersama-sama. Apalagi di lokasi ada AKBP Achiruddin Hasibuan dan beberapa orang lainnya.
“Kita tidak mengejar ke sana, tapi kita mengucapkan terima kasih karena perkara ini jadi terang benderang akibat video itu.
Baca juga: Rekening AKBP Achiruddin Hasibuan dan Keluarga Diblokir PPATK
AKBP Achiruddin Sempat Datangi Rumah Korban, Berbahasa Kotor dan Ribut
Elvi Indri ibu kandung Ken Admiral korban penganiayaan mengaku tidak ada iktikad baik dari para pelaku.
Saat ditemui, Elvi Indri mengatakan AKBP Achiruddin Hasibuan ayah dari tersangka penganiayaan sempat mendatangi kediamannya dengan tujuan untuk meminta maaf.
Namun, bukannya berdamai, Achiruddin malah meluapkan emosinya dengan kasar kepada keluarga Ken Admiral.
"Kebetulan pernah bapak Achiruddin datang kerumah kami tanggal 29 Desember 2022, tetapi sampai disana, mungkin pak Achiruddin emosi jadi akhirnya ribut dirumah saya," kata Elvi, Selasa (25/4/2023).
"Ya tidak ada rasanya perdamaian lagi, karena seharusnya pak Achiruddin jangan marah-marah kan pak dirumah saya. Akhirnya ribut, bicaranya mulai kotor, akhirnya ya tidak ada apa-apa," sambungnya.
Elvi pun menceritakan, awal mula hingga akhirnya Achiruddin meluapkan emosinya dan berkata kasar saat kedatangannya tersebut.
Awalnya, suami Elvi yang bernama Zulkifli mengatakan tidak terima atas apa yang dilakukan Aditya terhadap anaknya.
Tapi, Achiruddin malah membalas hal tersebut dengan mengatakan ketidakterimaanya dengan bahasa kasar.
"Suami saya bilang, anak saya baru pulang sekolah, belum pun saya jumpa, begitu saya jumpa udah hancur mukaknya, gak bisalah saya terima pak. Baru pak Achiruddin bilang, saya juga gak bisa terima anak saya kok dik**tol-k**tolin, di situ langsung jadi panas, akhirnya ributlah disitu, suami saya pergi, pak Achiruddin balek (meninggalkan rumahnya)," kata Elvi menceritakan suasana saat AKBP Achiruddin mendatangi kediamannya.
Baca juga: AKBP Achiruddin Hasibuan Marah-marah di Rumah Ken Admiral
Akibat kejadian tersebut, hingga hari ini, keluarga korban tidak menerima itikad baik ataupun permintaan maaf dari pelaku penganiayaan.
Ketika ditanya apakah keluarga korban mendapat intimidasi dari pelaku, Elvi mengaku tidak mendapatkan hal tersebut.
Sambil menangis, Elvi mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumut atas kinerja yang membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan keluarga.
"Sesudah itu, kami berharap dari Polrestabes, mungkin di Polrestabes lama ya, sampai akhirnya kami bermohon melapor ke Polda Sumut. Terus terang di Polda hanya 15 hari, Alhamdullilah, ini luar biasa loh. Karena bapak liat sendiri videonya kan pak, kek manalah dipijaknya anak saya, kalaulah itu anjing pak gigit kita, sudah ampun-ampun pasti itu ditolong loh pak," kata Elvi sambil menangis.
"Untung anak saya gak meninggal pak," ucapnya sambil menangis histeris.
Diberitakan sebelumnya, Dirkrimum Polda Sumut tetapkan tersangka kepada anak perwira Polisi Polda Sumut terkait viralnya vidio penganiayaan terhadap seorang mahasiswa.
Menurut keterangan Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Sumaryono mengatakan pihaknya telah melakukan gelar Perkara terhadap dua laporan yang telah masuk ke Polda Sumut.
Dua laporan tersebut merupakan Laporan yang di buat korban atas nama Ken Admiral serta Laporan yang di buat oleh AH dengan putusan adalah bukan tindak pidana.
"Sudah kita lakukan gelar perkara terhadap dua laporan, untuk perkara penganiayaan dengan LP nomor 3895/12/2002/22 Desember 2022 dengan pelapor Ken Admiral, dan laporan oleh AH," kata Sumaryono. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Kronologi Orangtua Ken Admiral, Korban Aniaya Anak Polisi, Menerima Paket Berisi Video Penganiayaan