Tumbilotohe Gorontalo
Komunitas Penyelam Rayakan Tradisi Tumbilotohe Bawah Laut di Penghujung Ramadhan Gorontalo
Tumbilotohe bawah laut di penghung Ramadhan Gorontalo ini dirayakan oleh para penyelam di perairan Botubarani. Kawasan ini sekaligus sebagai spot wisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1942023_Tumbilotohe-Bawah-Laut.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Belasan penyelam merayakan Tumbilotohe bawah laut pada hari ke-27 Ramadhan Gorontalo, Selasa (18/4/2023) malam.
Tumbilotohe bawah laut dirayakan oleh para penyelam di perairan Botubarani, Bone Bolango. Kawasan ini sekaligus sebagai spot wisata Hiu Paus Gorontalo.
Lazimnya Tumbilotohe atau tradisi pasang lampu di tiga hari terakhir Ramadhan Gorontalo ini hanya digelar di daratan.
Namun demi mempromosikan wisata bawah laut, komunitas Wawahe’a Gorontalo Community (WGC) menggelarnya di perairan.
Jika di daratan menggunakan lampu botol atau lampu listrik (tumbler), di bawah laut para penyelam senior ini menggunakan light stick.
Baca juga: Semarak Tumbilotohe Desa Tamboo di Hari Ke-27 Ramadhan Gorontalo
Dian Novian, juru bicara komunitas WGC mengatakan jika Tumbilotohe bawah laut ini diikuti oleh 16 penyelam. Tak hanya dari kalangan komunitas WGC, penyelam yang ikut juga ada dari unsur pemerintah.
Memang cukup menantang kata Dian, namun beruntung kegiatan itu berjalan lancar. Beber Dian, kedalaman Tumbilotohe Bawah Laut kali ini sekitar 15 meter.
Dari membentangkan spanduk hingga membentuk formasi Tumbilotohe memakan waktu sekitar 30-an menit.
Kata pria yang juga sebagai dosen di perguruan tinggi negeri ini, Tumbilotohe Bawah Laut serupa sebetulnya adalah agenda rutin tahunan.
Ini adalah ketiga kalinya kegiatan itu digelar. Lokasinya selalu sama di perairan Teluk Tomini.
Baca juga: Pemkot Tinjau Perayaan Tumbilotohe Gorontalo di 9 Kecamatan
Berbeda dengan tahun kemarin, kali ini pihaknya menggandeng pihak Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Harapannya agar semangat dari kegiatan itu, bisa sama-sama dikerjakan.
“Kami menggandeng Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang memiliki lokasi wisata bawah laut yang sangat bagus untuk lebih memeriahkan kegiatan tersebut,” ujar Dian Novian.
Pada kegiatan ini para penyelam juga akan mengampanyekan pelestarian lingkungan terutama bawah laut.
Setelah menyalakan lampu, para penyelam ini mengambil sampah di bawah laut terutama sampah plastik untuk di bawa ke permukaan.
Para penyelam yang akan mengikuti kegiatan ini berasal dari Wawahe'a Gorontalo Community, Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga (Parpora) Bone Bolango, dan dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lau (BPSPL).
“Selain Tumbilotohe under water, kami juga bagi-bagi takjil kepada masyarakat di lokasi wisata hiu paus, serta pembagian sembako kepada warga kurang mampu,” kata Gusnar Ismail salah seorang penyelam Gorontalo yang juga terlibat dalam kegiatan ini. (*)