Stok Beras Dipastikan Aman untuk Kebutuhan Lebaran Idul Fitri 1444 H
Dipastikan, stok ini mampu mencukupi kebutuhan beras nasional. Sedangkan impor beras dilakukan hanya untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah (CB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1442023_lebaran-idul-fitri.jpg)
Minus 9 bulan kembali terulang pada 2022 yaitu bulan Januari, Pebruari, Mei, Juni, Agustus, September, Oktober, Nopember dan Desember. Tahun ini, BPS memproediksi terjadi –1,17 juta ton pada Januari, +1,17 juta ton (Februari), +2,76 juta ton (Maret) dan +1,00 juta ton (April).
Sementara Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Batara Siagian mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan agar sentra penggilingan beras mempunyai gudang yang mampu menyimpan hasil panen petani. Cara tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga kekuatan cadangan stok beras masyarakat.
“Saat ini, masuk dan keluarnya beras di penggilingan itu cepat karena ketiadaan gudang yang bisa bertahan 1-2 minggu. Kita sedang desain agar penggilingan punya stok sepanjang tahun yang menjadi stok di masyarakat,” kata Batara.
Menurut Batara, ketersediaan gudang beras di sentra penggilingan juga bisa menekan harga beras karena stok beras bisa didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Tingginya harga beras di tengah panen raya, menurut Ia karena kelebihan stok beras di penggilingan padi di suatu titik dikirim ke daerah lain. Hal itu menyebabkan tingginya harga beras di tangan kosnumen karena biaya distribusi dibebankan kepada harga akhir.
“Peredaran beras kita dari dulu polanya sama. Jadi, kalau ada panen raya, logistiknya tidak berhenti di situ. Padinya pindah ke provinsi lain, antar pulau, sehingga bisa saja tertahan seminggu 2 minggu sebelum di jual ke wilayah-wilayah tertentu yang mungkin juga kembali ke daerah panen itu. Ini yang membuat termasuk mahal,” ucapnya.(*)