Rabu, 11 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Dispar Provinsi Gorontalo Harap Internasional Maleo's Day Jadi Event Tahunan di Gorontalo

Diharapkan Internasional Maleo's Day mampu menyedot pengunjung ke Gorontalo. Demikian diungkapkan Kadispar Gorontalo, Aryanto Husain, Rabu (29/3/2023)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Risman Taharudin |
zoom-inlihat foto Dispar Provinsi Gorontalo Harap Internasional Maleo's Day Jadi Event Tahunan di Gorontalo
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Kadispar Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/3/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Gorontalo menargetkan Internasional Maleo's Day jadi event pariwisata terbesar di Gorontalo.

Diharapkan Internasional Maleo's Day mampu menyedot pengunjung ke Gorontalo. Demikian diungkapkan Kadispar Gorontalo, Aryanto Husain, Rabu (29/3/2023). 

Ia berencana Internasional Maleo's Day menjadi event tahunan yang digelar di Gorontalo. 

"ini sebenarnya yang perlu kita bangun komunikasinya dengan kabupaten Kota,"tuturnya di ruang kerjanya.

Maleo sebagai spesies endemik Sulawesi. Gorontalo satu dari daerah yang menjadi habitat Maleo

Ada dua tempat di Gorontalo yang menjadi habitat Maleo; Cagar Alam (CA) Panua, Pohuwato dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Bone Bolango. 

Karena itu menurut Aryanto Husain, Internasional Maleo's Day akan menjadi event menarik jika dikemas dengan baik.

"Kami sudah berkomunikasi dan bersepakat, akan melakukan Internasional Maleo's Day di Gorontalo,” tuturnya.

Sebetulnya, mendorong Internasional Maleo's Day tidak hanya tujuan ekonomi. Juga sebagai bagian dari konservasi. 

Sebelumnya, Dispar Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu menggelar curah pendapat untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang berbasis masyarakat di desa penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Kegiatan ini menghadirkan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara Biro Gorontalo, Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo, Bapppeda, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Kecamatan Suwawa Timur dan Pemerintah Desa Tulabolo.

“Kegiatan ini rangka koordinasi dan sinkronisasi strategi konservasi maleo melalui ecotourism,” kata Aryanto Husain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

Aryanto mengapresiasi gerak cepat para pihak setelah pertemuan di Stasiun Riset Muyun Kasibu di kawasan Hungayono Taman Nasional Bogani Nani Wartabone pada akhir pekan lalu.

Menurut Aryanto, instansinya dituntut melahirkan banyak kegiatan kepariwisataan dan destinasi wisata sesuai kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pertemuan ini juga mengerucutkan keinginan festival International Maleo’s Day yang akan digelar di Gorontalo pada bulan November. Festival ini akan diadopsi menjadi kegiatan tahunan pariwisata Gorontalo.

“Nesting ground maleo menjadi daya tarik wisata bertaraf internasional, sambil melakukan upaya konservasi kami juga mengangkat perekonomian warga sekitar melalui kegiatan kepariwisataan,” ujar Aryanto Husain.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved