Pilkada Gorontalo
Wansif Tribun - Idah Syahidah Jelang Pilkada Gorontalo: Politik dan Keluarga, Wah Itu Berat Ya
Idah Syahidah menjadi tokoh sentral perempuan jelang Pilkada (Pemilihan Gubernur) Gorontalo pada 2024.
Penulis: Dinie S Awwali | Editor: Dinie S Awwali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wansif-Idah-Syahidah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Idah Syahidah menjadi tokoh sentral perempuan jelang Pilkada (Pemilihan Gubernur) Gorontalo pada 2024.
TribunGorontalo.com berkesempatan mewawancarai Anggota DPR RI ini dalama program "Mata Lokal Memilih" dengan judul "Mimpi Idah Syahidah untuk Gorontalo", Rabu 22 Maret 2023.
Berikut petikan wawancara eksklusif (wansif) Idah Syahidah bersama jurnalis TribunGorontalo.com Dinie Awwali pada podcast di Studio TribunGorontalo.com Jalan Selayar, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo:
Apa cita-cita Ida Syahidah? Apakah Ibu pernah memiliki cita-cita untuk terjun ke dunia politik sejak kecil?
Saya perempuan yang memiliki sejuta mimpi. Dari dulu sebenarnya saya ingin dikenal oleh banyak orang, tapi bukan untuk menjadi artis.
Namun, cita-cita saya dari kecil tentunya berubah-rubah sesuai dengan masanya.
Saya pun tidak pernah bermimpi untuk terjun ke dunia politik. Seperti hobi saya juga beubah-ubah sesuai dengan masanya.
Ada masanya saya memiliki hobi naik gunung dan ada masanya saya memiliki hobi membaca novel.
Sehingga dari masih muda, saya menyukai tantangan dan suka membaca. Jadi sejak dulu memang saya memiliki cita-cita untuk mencapai puncak seperti hobi saya yang suka naik gunung.
Bagimana pandangan Ibu Idah tentang perempuan Gorontalo?
Pertama kali saya ke Gorontalo pada tahun 2022. Saya melihat sudah banyak perempuan-perempuan di Gorontalo yang hebat-hebat dan telah diberi ruang untuk berkarier.
Bahkan mereka memiliki jabatan yang tidak main-main dalam kariernya.
Sehingga dari situ saya melihat bahwa perempuan Gorontalo memiliki potensi untuk diberdayakan menjadi orang yang hebat.
Dari kacamata Ibu apa yang menyebabkan perempuan belum memenuhi 30 persen ruang di dunia politik?
Pertama adanya keraguan dan tidak ada keberanian untuk mereka dapat maju menjadi politisi.
Kedua meraka tidak mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Lalu gerak perempuan di dunia politik itu ada saja hambatannya, terutama hambatan dalam hal rumah tangga.
Selain itu, tentunya dalam hal finansial juga sangat menentukan apakah perempuan itu dapat terus berkarier atau tidak.
Sebagai perempuan yang memiliki multi peran, bagaimana tips cara membagi tugas antara di rumah dengan pekerjaan?
Wah, itu berat ya. Dilematis antara pembagian peran sebagai seorang istri dan ibu sekaligus sebagai politis perempuan.
Kalau saya biasanya membagi skala prioritas sesuai dengan kondisi yang paling urgent.
Selanjutnya saya akan membayar utang untuk prioritas kedua. Intinya kalau saya bukan tentang banyaknya kuantitas waktu bersama, namun kami mementingkan kualitas waktu saat berkumpul bersama.
Sebagai seorang pemimpin yang juga merasakan dilematis multi peran dalam kehidupan rumah tangga dan karier, apa yang akan ibu lakukan untuk mendukung ibu-ibu yang juga ingin berkarier?
Secara tidak tertulis saya memperbolehkan ibu-ibu bekerja membawa anaknya.
Karena justru saya merasa bangga saat melihat ada ibu-ibu yang membawa anaknya pada saat rapat karena tidak ada yang menjaganya.
Di sisi lain, ibu itu tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu, namun tetap tidak meninggalkan pekerjaannya juga di luar.
Bagaimana tanggapan Ibu dengan hasil survei elektabilitas (tingkat keterpilihan) Ibu di (Pilgub) Gorontalo, informasinya elektabilitas Ibu tertinggi?
Tentunya saya akan terus bekerja untuk masyarakat.
Apa mimpi Ibu Idah Syahidah yang belum tercapai?
Saya ingin keluarga-keluarga di Gorontalo ini menjadi keluarga yang harmonis, tentunya melalui pemberdayaan perempuan.
Melalui program-program pemerintah, perempuan-perempuan di Gorontalo diharapkan bisa terus berkarya.
Anak-anak di Gorontalo juga diharapkan agar semuanya bisa sekolah sampai selesai.
Saya juga ingin menekan angka pernikahan dini, kenapa? karena untuk kesehatan para remaja itu sendiri.
selain itu untuk menekan angka perceraian juga bagi pasangan-pasangan muda.
seseorang sebenarnya ingin memiliki kekuasaan, karena dengan kekuasaan itu saya bisa membantu banyak orang agar bisa lebih sejahtera.
Apa pesan Ibu Idah Syahidah untuk masyarakat Gorontalo terutama perempuan?
Saya ingin bagi perempuan-perempuan di gorontalo, uang masih bisa sekolah, silakan sekolah. Mari kita meraup rezeky sesuai dengan passion, dan hobinya masing.
Untuk para remaja di Gorontalo agar selalu hati-hati dalam pergaulan. Karena sekarang ini banyak sekali pergaulan bebas.
Dan untuk ibu-ibu di Gorontalon tolong dirawat dan dijaga baik-baik anak-anaknya dan diharapkan untuk menjadi istri-istri yang baik dan sholehah-sholehah.
(*)