Bakal Berusia 42 Tahun, Zlatan Ibrahimovic Ungkap Alasannya Belum Mau Tinggalkan AC Milan
Striker AC Milan asal Swedia Zlatan Ibrahimovic ungkap alasannya tidak mau segera meninggalkan klub Rossoneri, meski usianya telah 40-an tahun.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Striker senior AC Milan asal Swedia Zlatan Ibrahimovic mengungkapkan alasannya tidak segera meninggalkan klub Rossoneri.
Meski usianya akan bertambah menjadi 42 tahun pada tahun ini, Ibrahimovic tampaknya belum ingin pensiun dengan meninggalkan AC Milan.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Football Italia pada Rabu (22/3/2023), Ibrahimovic percaya meninggalkan AC Milan setelah memenangkan gelar musim lalu akan 'terlalu mudah' dan merasa menghadapi Belgia yang dikawaki Striker Inter Milan pinjaman dari Chelsea, Romelu Lukaku tidak akan istimewa.
Ibrahimovic diteahui telah kembali ke tim nasional Swedia untuk pertandingan kualifikasi Euro 2024 mendatang melawan Belgia pada Sabtu (25/3/2023) dan Azerbaijan pada Selasa (28/3/2023).
Baca juga: Real Madrid, Chelsea, Newcastle Incar Penyerang AC Milan Brahim Diaz
Dalam laga Udinese vs AC Milan pada Minggu (19/3/2023) lalu, Ibrahimovic menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah Serie A Liga Italia.
Ibrahimovic mencetak gol dari titik putih dalam kekalahan 3-1 Serie A AC Milan dari Udinese di Dacia Arena pada hari Minggu tersebut.
Banyak pertanyaan pada konferensi pers Swedia pada Selasa (21/3/2023) mengenai usianya dan bagaimana rasanya berada di tim nasional di usia 40-an.
Baca juga: Zlatan Ibrahimovic Incar Comeback dalam Laga AC Milan Vs Tottenham di 16 Besar Liga Champions
Ibrahimovic juga ditanya mengapa tidak meninggalkan AC Milan setelah memenangkan gelar pertama untuk Rossoneri dalam 11 tahun musim lalu.
“Meninggalkan Milan setelah meraih gelar akan terlalu mudah,” kata Ibrahimovic seperti dikutip dari Calciomercato.com.
Ibrahimovic pun menjelaskan lebih lanjut alasannya tidak segera meninggalkan AC Milan.
Baca juga: AC Milan Belum Lepas dari Mimpi Buruk Bulan Januari, Stfeano Pioli Bakal Ubah Formasi Lagi?
“Itu bukanlah akhir yang cocok untukku. Saya di sini untuk membuat perbedaan, jika tidak, saya tidak akan berada di sini. Saya tidak ingin berbicara tentang usia saya, saya harus menunjukkan banyak hal untuk membuktikan kepada mereka yang mengira saya sudah tamat bahwa mereka salah." jelas Ibrahimovic.
“Saya menjalani tiga operasi dalam 14 bulan, tetapi ada saat ketika lutut tidak membaik. Saya berada di terowongan dan tidak bisa melihat cahaya di ujungnya, tapi untungnya sudah membaik,” sambungnya.
Ibrahimovic juga menyinggung peran media yang turut membantu menyorot karier sepak bolanya sejak ia muda.
Baca juga: Liga Italia: Rafael Leao Makin Kehilangan Arah saat Paceklik Gol untuk AC Milan Terus Berlanjut
"Aku tidak pernah menyerah. Tantangan memberi saya adrenalin. Kalian para jurnalis juga membantu saya di awal karier saya. Ketika saya masih muda, Anda akan menulis bahwa saya berbeda, egosentris, dan pembuat onar. Anda telah membantu saya sepanjang jalan." ujar Ibrahimovic.
“Saya dipuji sebagai pencetak gol tertua di Serie A, tetapi saya tidak menginginkan rekor karena saya sudah tua, saya menginginkannya karena saya adalah diri saya sendiri." lanjutnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.