Belasan Anak Gorontalo Penyandang Tuna Rungu Terima Alat Bantu Pendengaran
Bantuan itu merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemda Kabupaten Gorontalo, HearLIFE, Perhati KL, dan komunitas Porkah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1832023_pemeriksaan-pendengaran_.jpg)
Baginya, alat tersebut begitu bermanfaat bagi anak-anak tuna rungu. Karena selama ini orangtuanya kurang penanganan intensif.
Padahal pemeriksaan kelanjutan itu penting untuk mengetahui angka gangguan pendengaran.
Hal itu berlaku dalam mencari alat bantu pendengaran yang tepat bagi penderitanya.
"Kalau dideteksi sejak awal, insya Allah anak-anak ini tidak jadi tuli permanen," jelas Cindradewi.
Senada dengan Cindradewi, dr Helen Nazaruddin menyebut ada dua kemungkinan faktor anak-anak tuna rungu tidak segera ditangani secara dini.
Pertama, orangtuanya tidak tahu anaknya tuna rungu. Lalu ia menduga orangtua bersangkutan malu memeriksakan diri anaknya ke rumah sakit.
Sejauh ini, kata dia, jumlah spesifik penyandang tuna rungu belum bisa diketahui.
"Itu belum bisa kita laporkan dalam bentuk angka. Tapi secara kasat itu banyak (penderitanya)," ungkap dr Helen. (*)