Ada 1.300 Pengidap TBC di Kabupaten Gorontalo, 42 Meninggal Dunia
Sebanyak 1.300 warga di Kabupaten Gorontalo pengidap TBC. Angka ini tertinggi di Kecamatan Limboto.
TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Angka pengidap TBC di Kabupaten Gorontalo mencapai 1.300 orang.
Angka itu terhitung sejak tahun 2022. Sayangnya, dari angka itu, sudah ada 42 pengidap TBC di Kabupaten Gorontalo meninggal dunia.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Yulandi Koem mengatakan, beberapa korban meninggal karena penyakit penyerta (komorbid).
"Jadi tidak semua 42 orang itu meninggal karena TBC, sebagian karena komplikasi," ujar Yulandi Koem saat ditemui TribunGorontalo di Dinas Kesehatan, Kamis (9/3/2023).
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, angka tertinggi pengidap TBC terdapat di Kecamatan Limboto yang mencapai 221 kasus.
Kemudian Telaga Biru 106 kasus diikuti Limboto Barat 105 kasus.
Selanjutnya, Kecamatan Tilango berjumlah 93 kasus. Angka ini dikabarkan meningkat pada tahun 2023 menjadi 100 kasus.
Beberapa waktu lalu, Ikram Taufan Hurudji, Camat Tilango mengungkap perkembangan terbaru TBC di wilayah pesisir Danau Limboto tersebut.
Menurutnya, penderita TBC di Kecamatan Tilango semakin meningkat dan bahkan salah satu terbanyak di Kabupaten Gorontalo.
"Dari 8 desa dan desa tertinggi kasusnya adalah Desa Tabumela," ucap Ikram kepada TribunGorontalo.com saat pencanangan Desa Sehat Bebas TBC di Desa Tabumela.
Pemerintah daerah disebut tengah mengintervensi persentase penyebaran TBC di Kabupaten Gorontalo.
"Dengan arti, TBC ini jika dibiarkan, maka akan lebih berkembang," jelasnya.
Berikut daftar penyebaran kasus TBC per tahun 2022.
- Asparaga: 8 kasus
- Batudaa Pantai: 31 kasus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1032023_TBC_Kabupaten-Gorontalo.jpg)