Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-376: Pasukan Putin Terus Berupaya Kepung Kota Bakhmut

Kondisi terkini perang Rusia, Senin (6/3/2023): pasukan militer Presiden Vladimir Putin terus berupaya mengepung Kota Bakhmut, Ukraina timur.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Mikhail Klimentyev
Presiden Rusia Vladimir Putin (jaket padding hitam) di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat pada 20 Oktober 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-376 pada Senin, 6 Maret 2023: Pasukan militer Putin terus berupaya mengepung Kota Bakhmut. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga hari ini, Senin (6/3/2023) terhitung telah berlangsung 376 hari lamanya.

Kabar terbaru dalam perang adalah pasukan militer Rusia terus berupaya mengepung Kota Bakhmut di Oblast Donetsk, Ukraina wilayah timur.

Invasi ini dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Putin juga menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' tujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-374: Kota Bakhmut Makin Terkepung saat Biden Bahas Nasib Kyiv

Namun dalam perkembangannya, Rusia justru mencaplok 4 wilayah Ukraina sekaligus yakni Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Konflik di antara negara bertetangga itu, sampai saat ini terus berlanjut dan belum tampak tanda-tanda akan segera berakhir.

Kabar Terbaru Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-376 perang Rusia vs Ukraina:

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memberikan penghormatan kepada para pejuang di Donbas, karena pasukannya mendapat tekanan yang semakin kuat di Kota Bakhmut.

"Ini adalah salah satu pertempuran terberat. Menyakitkan dan menantang," kata Zelensky dalam pidato malamnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-373: AS Siapkan Lagi Paket Bantuan Senilai 400 Juta Dolar

- Komentar Zelensky itu muncul setelah Ukraina mengatakan telah memukul mundur "lebih dari 130 serangan musuh" pada Minggu (5/3/2023) saat pasukan Rusia terus berupaya mengepung Kota Bakhmut.

Pasukan Rusia dikatakan memperebutkan jalur komunikasi dan mencegah pasokan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-372: Putin Kehilangan 130 Tank dalam 3 Minggu di Vuhledar

- Zelensky juga mengatakan "dunia cukup kuat untuk menghukum Rusia atas perang".

Ukraina akan menghabiskan enam bulan ke depan bekerja untuk menopang pasokan energi negara itu dari serangan Rusia, ungkap Zelensky.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-371: Drone Militer Targetkan Pabrik Gas di Ibu Kota Moskow

- Pasukan khusus Ukraina menghancurkan menara observasi Rusia di Kota Bryansk dengan drone kamikaze.

Kraken, unit pasukan khusus, telah mengambil pujian atas serangan terhadap sebuah menara yang digunakan untuk memantau perbatasan dengan Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-370: AS Sebut China Sangat Jelas Memihak Putin, Ada Apa?

- Wali Kota Melitopol yang diasingkan, Ivan Fedorov, mengklaim "ratusan" tentara Rusia tewas dalam serangan Ukraina di kota itu.

Meski begitu, belum ada konfirmasi dari Kementerian Pertahanan Ukraina dan Guardian tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-367: Tank Leopard 2 Polandia Akhirnya Tiba di Ukraina

- Tentara Rusia menyerang pusat komando resimen Azov pasukan Ukraina di wilayah tenggara Zaporizhzhia, kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu.

The Guardian tidak dapat memverifikasi ini secara independen.

- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Minggu bahwa Ankara bekerja keras untuk memperpanjang inisiatif biji-bijian Laut Hitam yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sedangkan, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengindikasikan Moskow tidak senang dengan aspek kesepakatan, yang memungkinkan Ukraina mengekspor biji-bijian dari pelabuhan yang diblokade oleh Rusia setelah invasi tersebut.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-366: Kyiv Takut Putin Peringati 1 Tahun Invasi dengan Serangan

- Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan kepada CNN bahwa "perlu" bagi Putin untuk memahami bahwa dia tidak akan memenangkan perang Ukraina, sehingga negosiasi untuk mengakhiri konflik dapat dimulai.

“Jika Anda melihat proposal Ukraina, mudah dipahami bahwa mereka siap untuk perdamaian,” sebut Scholz.

- Jumlah korban tewas akibat serangan rudal Rusia yang menghantam sebuah blok apartemen berlantai lima di Kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan, pada Kamis (2/3/2023) lalu, telah bertambang menjadi 13 orang, kata seorang pejabat setempat pada hari Minggu.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-365: Biden Sebut Putin Salah Besar gegara Tangguhkan New START

- Seorang wanita dan 2 anak tewas dalam serangan mortir Rusia di sebuah desa di wilayah Kherson, Ukraina selatan, ungkap kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Minggu.

- Anggota parlemen Ukraina Ivanna Klympush-Tsintsadze mengatakan kepada Sky News pada hari Minggu bahwa puluhan ribu anak Ukraina bisa saja hilang dalam apa yang dia sebut sebagai "genosida".

Klympush-Tsintsadze mengatakan anak-anak itu berpotensi dideportasi ke Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-364: Serangan di Kherson Tewaskan 6 Orang dan Lukai 12 Korban

- Perdana Menteri Latvia mengatakan negara-negara Barat mengirimkan jet tempur untuk mendukung Ukraina mempertahankan diri melawan Rusia "hanya masalah waktu".

- Pengarahan intelijen terbaru dari Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bukti terbaru menunjukkan peningkatan "pertempuran jarak dekat" di Ukraina, mungkin karena kekurangan "amunisi" Rusia.

Ini juga mengacu pada pasukan cadangan Rusia yang diperintahkan untuk menyerang titik kuat beton Ukraina yang hanya dipersenjatai dengan "senjata api dan sekop".

Sekop-sekop ini kemungkinan besar adalah alat pengukuh MPL-50 yang sudah ketinggalan zaman yang digunakan dalam pertarungan tangan kosong.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved