Pilpres 2024

344 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Puan Maharani - Erick Thohir Sinyal dari PDIP - PPP

Duet Puan Maharani - Erick Thohir berpeluang diusung PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/@puanmaharaniri
Erick Thohir mendampingi Puan Maharani saat menyaksikan kualifikasi F1 Powerboat World Championship 2023di Danau Toba, Balige, Sumatera Utara. Duet Puan Maharani - Erick Thohir berpeluang diusung PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Teka-teki siapa capres PDIP mulai tersikap. Duet Puan Maharani - Erick Thohir berpeluang diusung PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Spekulasi duet Puan - Erick menguat setelah Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan, PPP bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas partainya, Golkar dan PAN itu belum tentu berlanjut hingga Pemilu 2024.

Mantan Ketum PPP ini sempat bertemu dengan Sekjen PPP Hasto Kristiyanto belum lama ini. Keduanya membahas peluang berkoalisi untuk Pilpres 2024.

Konstelasi terbaru, Puan kian menguat sebagai capres PDIP. Ketua DPR RI itu bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Namun kader PDIP lebih menjagokan Puan. Kongres PDIP telah menyerahkan urusan pencapresan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sementara, Erick menguat sebagai cawapres dari PPP. Menteri BUMN ini bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno masuk bursa capres-cawapres PPP.

Namun belakangan, Sandiaga menyatakan kukuh mendukung Prabowo Subianto sebagai capres dari Partai Gerindra.

Artinya Ketua Umum PSSI itu semakin terbuka peluang diusung PPP.

Sementara Romahurmuziy menganalogikan, kondisi di KIB saat ini itu seperti seseorang yang sedang menjalin hubungan pacaran, tapi belum pasti berlanjut ke jenjang penikahan.

"Lho, KIB itu kan istilah anak muda sekarang baru 'pacaran'. Bahkan tunangan saja belum tentu berlanjut pernikahan. Kata para pejuang cinta, sebelum janur melengkung usaha tak boleh kendor," kata Romahurmuziy seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (6/3/2023).

Ia menyebut, partai berlambang Kabah itu diajak oleh PDIP untuk berkoalisi menyongsong Pilpres 2024.

Hal tersebut terjadi ketika dirinya bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto pada Rabu (1/3/2023) lalu.

Romahurmuziy mengaku membicarakan banyak hal dengan Hasto, salah satunya membahas mengenai koalisi menyambut pesta demokrasi nanti.

"Tentu tidak terhindarkan kita juga membahas kemungkinan-kemungkinan koalisi karena pilpres juga sudah dekat. Ajakan koalisi kepada PPP oleh Mas Hasto sebenarnya sudah lama, sejak Plt Ketum Pak Harso (Soeharso Monoarfa)," ujarnya.

Menurut dia, hubungan kedua partai politik (parpol) itu mempunyai kenangan manis di pesta demokrasi lalu.

Misalnya, seperti ketika Ketua Umum PDIP Megawati menjadi Presiden ke-5, Wakil Presiden nya adalah Hamzah Haz dari PPP.

Kemudian, contoh lainnya adalah pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Selain itu, ulama Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair juga pernah berpesan kepada Megawati agar PPP tetap dijaga eksistensinya.

"Alasannya sederhana, amanat almarhum Mbah Maimoen sebelum wafat ke Bu Mega untuk ikut menjaga PPP. Yang kedua, sejarahnya ada zaman Mega-Hamzah maupun yang mutakhir Ganjar-Yasin," katanya.

Kode Mardiono

Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Mardiono memberikan kode soal sosok cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2024 di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu ia katakan dalam pidato politiknya dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-50 PPP di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (17/2/2023).

Awalnya, Mardiono mengingatkan kepada seluruh kader partai berlambang Ka'bah itu untuk tak sembarangan berbicara ihwal sosok capres atau cawapres.

"Di belakang tadi menyebut calon wakil presiden, hati-hati. Ini para calon wakil presiden itu sedang duduk di samping kanan-kiri Bapak Presiden. Dan ini ada yang sinyalnya sudah semakin kuat, jadi hati-hati," kata dia.

Dia pun memastikan, pihaknya akan konsisten mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sampai selesai.

Ia menyebut PPP akan terus berkomitmen mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Karena itu PPP insyaallah akan istiqomah, komitmen. Karena Islam mengajarkan janji adalah utang. Di mana utang harus kita penuhi, karena itu kita harus istiqomah," kata Mardiono.

Sebagai informasi, acara Harlah ke-50 PPP itu turut dihadiri sejumlah pejabat seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Lalu, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Mensesneg Pratikno.

Sementara di jajaran pimpinan partai yang hadir, ada Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, hingga Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved