Senin, 16 Maret 2026

Masa Lalu Anies Baswedan Terus Dikorek, Fahri Hamzah Sebut Konsekuensi Nyapres: Bisa Lebih Sadis

Isu terbaru yang saat ini disorot adalah masalah utang Anies Baswedan yang mencapai puluhan miliar rupiah saat maju di Pilkada DKI 2017.

Tayang:
Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Masa Lalu Anies Baswedan Terus Dikorek, Fahri Hamzah Sebut Konsekuensi Nyapres: Bisa Lebih Sadis
TribunGorontalo.com/tangkapan layar video @aniesbaswedan
Massa antusias menyalami capres Partai Nasdem Anies Baswedan saat berkunjung ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masa lalu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ini ramai dikorek. Hal ini terjadi terutama setelah Anies Baswedan mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden (capres) 2024 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Masa lalu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ini ramai dikorek.

Hal ini terjadi terutama setelah Anies Baswedan mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden (capres) 2024 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Isu terbaru yang saat ini disorot adalah masalah utang Anies yang mencapai puluhan miliar rupiah saat maju di Pilkada DKI 2017.

Dikutip TribunWow dari YouTube Akbar Faizal Uncensored, menanggapi hal ini Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora, Fahri Hamzah menjelaskan bahwa keputusan Anies maju di 2024 ada konsekuensinya yakni dibicarakan oleh publik.

 

 

Baca juga: Soal Safari Politik Anies Baswedan Dijegal Oknum Istitusi Negara, Pengamat Ragu: Kan Cuma NasDem

"Jadi memang harus diterima semua konsekuensinya," kata Fahri.

"Ini belum seberapa, bisa jadi orang-orang bisa lebih sadis kalau ngebongkar-bongkar."

Fahri lalu membandingkan Anies dengn tokoh lain yang sampai saat ini masih diam yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tetap diam meskipun telah ditinggal oleh tim relawannya.

"Keputusan dia (Anies) itu akan ada konsekuensinya," kata Fahri.

Fahri kemudian menjelaskan jika Anies deklarasi pada bulan September mendatang maka Anies tidak akan begitu ramai dibicarakan namun efek sampingnya adalah mengorbankan masa sosialisasi karena telah masuk masa perdebatan adu ide.

"Jadi sebenarnya ini tidak perlu disesali, ini biasa saja," ujar Fahri.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis DPP Pertai Golkar, Erwin Aksa kembali mengungkap fakta baru terkait utang puluhan miliar Anies Baswedan.

Dilansir TribunWow.com, Erwin Aksa mengaku kaget saat namanya dibawa-bawa dalam surat perjanjian utang Anies Baswedan dengan sejumlah pihak.

Seperti diberitakan, Anies Baswedan disebut memiliki utang Rp 92 miliar kepada Sandiaga Uno dan sejumlah pihak.

Utang itu dimiliki Anies Baswedan ketika maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, 2017 lalu.

Baca juga: 362 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Anies Baswedan Dipanggil Pak Presiden

Terbaru, surat perjanjian utang piutang Anies Baswedan dengan sejumlah pihak beredar luar di media sosial.

Ketika ditanya, Erwin Aksa mengaku tak tahu menahu namanya dicata dalam surat perjanjian tersebut.

Bahkan, nama Erwin Aksa tertulis sebagai penjamin utang Anies Baswedan.

"Perjanjian Rp 92 miliar itu saya tidak tahu dan saya baru tahu itu," ujar Erwin Aksa, dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam surat perjanjian itu, Anies beberapa kali meminjam uang miliaran rupiah saat Pilgub DKI 2017.

Terhitung tiga kali ia mengutang pada Sandiaga Uno.

Pada pinjaman pertama, utang mencapai Rp 20 miliar.

 

Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis DPP Pertai Golkar, Erwin Aksa. Terbaru, Erwin Aksa kaget total utang Anies Baswedan saat Pilgub DKI 2017 mencapai Rp 92 miliar.
Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Strategis DPP Pertai Golkar, Erwin Aksa. Terbaru, Erwin Aksa kaget total utang Anies Baswedan saat Pilgub DKI 2017 mencapai Rp 92 miliar. (YouTube Erwin Aksa Channel)

 

Pada pinjaman kedua, Anies berutang Rp 30 miliar.

Dan terakhir, Anies memiliki utang Rp 42 miliar.

Jika ditotal, utang Anies kala itu mencapai Rp 92 miliar pada Sandiaga Uno.

Ketika ditanya, Erwin Aksa kaget mengetahui nominal utang Anies tersebut.

Pasalnya, ia hanya mengetahui utang Anies mencapai Rp 50 miliar.

"Saya tidak tahu apakah Pak Sandi mengikhlaskan itu," ucapnya.

Di sisi lain, Sandiaga Uno mengaku tak ingin memperpanjang isu utang Anies tersebut.

Sandiaga menyebut ogah memiliki konflik dengan siapa pun, termasuk Anies.

"Sekali lagi saya sampaikan saya sudah memutuskan tidak ingin memperpanjang diskursus mengenai yang selama ini viral, karena itu berpotensi memecah belah kita," tutur Sandiaga.

Anies Baswedan Tak Pamit pada Prabowo

Politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade angkat tangan soal kontroversi utang Rp 50 miliar Anies Baswedan pada Sandiaga Uno.

Dilansir TribunWow.com, Andre Rosiade mengaku tak tahu alasan Sandiaga Uno akhirnya mengungkit utang tersebut.

Namun, Andre Rosiade tak menampik cukup merasa kecewa saat Anies Baswedan maju sebagai calon presiden melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Bukan tanpa alasan, Andre Rosiade menyebut Anies Baswedan tak berpamitan pada Partai Gerindra.

Padahal, Partai Gerindra-lah yang mengusung Anies Baswedan hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, 2017 lalu.

 

Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Minggu (12/7/2020). Terbaru, Andre Rosiade buka suara soal pencalonan Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam 'tvOne', Minggu (12/7/2020). Terbaru, Andre Rosiade buka suara soal pencalonan Anies Baswedan di Pilpres 2024. (Youtube/Talk Show tvOne)

 

Hal itu diungkapkan Andre Rosiade dalam kanal YouTube tvOneNews, Rabu (7/2/2023).

"Mas Anies kami usung, kami dukung dan kami bantu pembiayaannya, pamit pun tidak sama sekali dengan Pak Prabowo dan Partai Gerindra," ucap Andre.

"Mohon maaf ini fakta, kami sudah dukung, kami sudah usung, kulonuwun sama sekali enggak."

Andre memastikan utang piutang antara Anies dan Sandiaga Uno memang benar adanya.

Ia pun menyinggung soal perjanjian di awal utang Rp 50 miliar tersebut.

"Tapi yang jelas soal perjanjian apa pun itu, perjanjian itu ada," ucapnya.

"Yang bisa buka hanya tiga orang, Pak Prabowo salah satu yang menandatangani tapi Pak Prabowo sudah menginstruksikan pada kami tidak usah diungkit lagi."

"Hak Mas Anies untuk maju jadi presiden, kita tidak akan menghalangi, tidak ungkit."

"Kemudian kedua Mas Sandi sebagai salah satu pelakunya, atau Mas Anies sendiri yang bicara betul enggak ada perjanjian atau tidak," sambung Andre.

Kendati demikian, Andre mengaku tak tahu alasan Sandiaga akhirnya mengakui adanya utang piutang tersebut.

"Wallahualam saya terus terang enggak tahu, pimpinan juga kaget Bang Sandi mengungkapkan hal itu," tukas Andre. (TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Masa Lalu Anies soal Utang Dikorek, Fahri Hamzah Sebut Risiko Nyapres: Ini Belum Seberapa

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved