Soal Safari Politik Anies Baswedan Dijegal Oknum Istitusi Negara, Pengamat Ragu: Kan Cuma NasDem
Sempat ramai klaim menyebutkan bahwa safari politik yang dilakukan Anies Baswedan kerap kali diganggu oleh oknum dari satu di antara institusi negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/010223-anies-NTB1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Sempat ramai klaim menyebutkan bahwa safari politik yang dilakukan Anies Baswedan kerap kali diganggu oleh oknum dari satu di antara institusi negara.
Terkait hal tersebut, Pengamat Politik Ray Rangkuti turut serta memberikan tanggapannya, mempertanyakan definisi dari penjegalan yang diklaimkan itu.
Ia menegaskan, arti kata penjegalan yang dilakukan kepada Anies Baswedan itu perlu diperjelas terlebih dahulu.
Baca juga: 362 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Anies Baswedan Dipanggil Pak Presiden
Baca juga: 363 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Dukung Anies, Amien Rais Doakan Prabowo Jadi Presiden
"Jangan sampai misalnya orang menolak kehadirannya lalu disebut penjegalan," kata Ray, saat dihubungi, Jumat (17/2/2023).
Terlebih, kata Ray, soal penjegalan terhadap calon presiden (capres) yang diusung Partai NasDem itu hanya disampaikan oleh Partai NasDem sendiri.
"Itu yang perlu kita cari tahu. Apalagi secara kasat mata kita enggak melihat kan. Ini kan cuma disampaikan oleh NasDem. Seperti apa upaya penjegalannya, kita enggak tahu," ucap Ray.
"Jangan-jangan NasDem nya juga terlalu sentimentil. Sehingga hal-hal kecil dianggap oleh mereka penjegalan," sambung Direktur Lingkar Madani (Lima) itu.
Menurut Ray, penjegalan politik yang sesungguhnya, yakni seperti peristiwa yang dialami oleh calon gubernur (Cagub) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Baca juga: 366 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Massa Antusias Salami Anies Baswedan di Lombok
"Kalau berkaca ke Pilkada Jakarta, yang disebut penjegalan itu apa yang dialami oleh Ahok sebenarnya. Ahok itu diusir," kata Ray.
"Itu penjegalan. Diusir, diintimidasi, sehingga jadi takut. Diintimidasinya macam-macam."
Sementara itu, Ray mengatakan, pernyataan terjadinya penjegalan itu memberatkan Partai NasDem, jika disampaikan oleh mereka sendiri.
"Karena NasDem sendiri adalah bagian dari Pemerintah ini. Masa Pemerintah menjegal kawan pemerintah nya sendiri. Masa sih itu enggak bisa dipertanyakan oleh NasDem. Kan orang dalam sendiri. Bagian dalam sendiri," tuturnya.
Terlebih menurut Ray, fakta yang ada memperlihatkan Anies Baswedan masih terus dapat melanjutkan safari politiknya ke berbagai daerah.