Soal Safari Politik Anies Baswedan Dijegal Oknum Istitusi Negara, Pengamat Ragu: Kan Cuma NasDem
Sempat ramai klaim menyebutkan bahwa safari politik yang dilakukan Anies Baswedan kerap kali diganggu oleh oknum dari satu di antara institusi negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/010223-anies-NTB1.jpg)
Ray menegaskan, ia menolak jika praktik penjegalan itu benar-benar terjadi.
"Hak semua orang untuk melakukan sosialisasi. Hak semua orang untuk melakukan safari politik," ujarnya.
Meski demikian, ia menjelaskan, tekanan terhadap Anies Baswedan sebagai capres tentu akan hadir dengan sendirinya.
"Ya namanya capres emang gitu. Itu dengan sendirinya banyak yang nolak, banyak yang ngungkap fakta-fakta, begini, begini. Itu hukum alam politiknya," ucap Ray.
"Yang penting tuh bukan hoaks. Bukan fitnah. Kalau itu ya harus dicegah," sambung Ray.
Anies Baswedan tidak Merasa Ada Gangguan
Calon presiden (capres) yang diusung Partai NasDem Anies Baswedan, merespons soal pernyataan Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Effendi Choirie terkait safari politik yang kerap diganggu oleh oknum dari instansi negara.
Saat dikonfirmasi kepada Anies Baswedan, ia tak banyak bicara terkait hal ini.
Anies mengatakan, ia tidak merasa ada gangguan selama melakukan safari politik ke berbagai daerah di Indonesia.
"Enggak merasa ada gangguan," kata Anies, saat ditemui, Rabu (15/2/2023) malam.
Kata Anies, meskipun ada beberapa peristiwa saat safari politiknya, ia merasa hal itu tidak mengganggunya.
"Tapi tidak mengganggu," ucapnya.
Kemudian, saat dikonfirmasi kembali perihal, apakah Anies menikmati jalannya safari politik, eEks Gubernur DKI Jakarta itu memberikan respons positif dalam rangka menjawab pertanyaan wartawan soal itu.