PUPR Provinsi Gorontalo

Progress pengerjaan Kanal Tanggidaa Capai 80 Persen, PUPR Provinsi Gorontalo: Berjalan Lancar

Hingga kini menurut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo, pengerjaan proyek miliaran

|
Penulis: Risman Taharudin |
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Kanal Tanggidaa dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran Rp 33 miliar. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengerjaan proyek Kanal Tanggidaa, Kota Gorontalo senilai Rp 33 miliar rupiah dana PEN, terus berlanjut.

Hingga kini menurut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo, pengerjaan proyek miliaran itu berjalan lancar. 

“Walau pekerjaan tidak mencapai targetnya, namun sejauh ini pekerjaannya berjalan dengan lancar.” tutur Romen S Lantu Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, Selasa (14/2/2023). 

Mestinya kata dia, Kanal Tanggidaa dimulai Mei tahun 2022 dan harusnya berakhir 8 Desember 2022.

Tetapi pekerjaan itu tidak selesai sampai pada tambahan waktu hingga 31 Desember. Pekerjaan itupun diperpanjang. 

Melihat kontraktor yang masih bersedia melanjutkan progress pengerjaan Tanggidaa, maka diberikanlah perpanjangan waktu. 

Perpanjangan waktu itu mengacu pada tanda-tanda di lapangan di antaranya, material yang tersedia, aktivitas pekerjanya, serta alatnya siap di lapangan. 

Romen S Lantu Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo
Romen S Lantu Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo (TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin)

Tiga komponen ini yang menjadi acuan bahwa kontraktor masih bersedia melanjutkan pekerjaannya.

Perpanjangan waktu diberikan selama 50 hari kerja. Jika nanti waktu tersebut tidak cukup, maka pihaknya akan kembali mempertimbangkan kelanjutan pengerjaan. 

“Alhamdulillah komunikasi sejauh ini, direkturnya siap bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut ditunjukan dengan kondisi lapangan,” katanya. 

Perlu diketahui, proyek tersebut adalah proyek yang beririsan dengan lahan warga. Artinya, tidak ada pembebasan lahan warga. 

Karena itu, pengerjaanya pun dilakukan hati-hati, menghindari terjadinya gesekan antara pengerjaan proyek dengan kenyamanan masyarakat. 

“Maka pengerjaan itu sangat hati-hati dikerjakan.” jelasnya.

Sejumlah kendala lainnya adalah cuaca. Kata dia, tim teknis untuk penggalian kerap terkendala dengan cuaca buruk di lokasi. 

“Penggalian itu kita lakukan tidak langsung sekalian, tapi per segmen, jikalau sekalian kita gali tentu runtuh semua bangunan. Alhamdulillah sampai saat ini jika ada keretakan pada bangunan di wilayah itu kita perbaiki,” katanya. 

“insya allah tahun ini segera selesai pekerjaan itu.” tegasnya.

Ia berharap masyarakat bersabar penyelesaian pengerjaan tersebut. ADV (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved