Gempa

Penyintas Gempa Turki dan Suriah Berusaha Tetap Makan dan Hangat di Tengah Cuaca Beku

Para korban gempa Turki dan Suriah ini tetap mencoba untuk hidup dengan makan dan menghangatkan diri.

|
AFP
Penyelamatan korban Gempa Turki dan Suriah. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ribuan korban gempa Turki dan Suriah berjuang di tengah cuaca yang beku. 

Para korban gempa Turki dan Suriah ini tetap mencoba untuk hidup dengan makan dan menghangatkan diri.

Tim penyelamat korban gempa Turki dan Suriah bercerita, para warga setempat berusaha membuat api unggun untuk menghangatkan diri. 

Mereka kehilangan rumah dan hanya bisa mengandalkan api untuk tetap hangat di tengah cuaca buruk. 

Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk sesegera mungkin menemukan para korban selamat. 

Meski, saat ini harapan hidup para korban di bawah reruntuhan, menipis. 

Namun, kisah-kisah penyelamatan ajaib membangkitkan semangat, kenyataan suram dari kesulitan yang dihadapi puluhan ribu orang yang selamat dari bencana itu memudar.

Di kota Antakya, Turki, puluhan orang berebut meminta bantuan di depan sebuah truk yang membagikan mantel anak-anak dan perbekalan lainnya.

Ahmet Tokgoz, seorang korban selamat, meminta pemerintah untuk mengevakuasi orang-orang dari wilayah yang hancur. 

Sementara banyak dari puluhan ribu orang yang kehilangan rumah berlindung di tenda, stadion, dan akomodasi sementara lainnya.

Lainnya menghabiskan malam di luar ruangan sejak gempa berkekuatan 7,8 pada Senin lalu mengguncang.

“Apalagi dalam cuaca sedingin ini, tidak mungkin tinggal di sini,” katanya. “Orang-orang melakukan pemanasan di sekitar api unggun, tetapi api unggun hanya dapat menghangatkan Anda sebanyak itu. Jika orang tidak mati karena terjebak di bawah reruntuhan, mereka akan mati karena kedinginan.”

Sementara itu, truk bantuan PBB pertama yang memasuki Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak diberi wewenang untuk mengirimkan bantuan melalui satu perlintasan perbatasan karena kerusakan jalan. 

Cuaca musim dingin dan kerusakan jalan dan bandara akibat gempa menghambat respons.

Terbaru, korban tewas akibat gempa besar yang melanda Turki dan Suriah naik menjadi lebih dari 17.500 pada Kamis (9/2/2023).

Para pejabat dan petugas medis mengatakan 14.351 orang telah tewas di Turki dan 3.162 di Suriah dari gempa berkekuatan 7,8 pada Senin, sehingga total yang dikonfirmasi menjadi 17.513. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved