Opini

Menyoal Pendidikan di Masa Depan: Strategi dan Teknologi

Ditulis oleh Pramono Pido ( Staf Pengajar Ilmu Pengetahuan Sosial di SMPN 4 Tilamuta/Fellowship The Sanglah Institute).

|
Doc Pribadi
Pramono Pido. 

Penulis: Pramono Pido ( Staf Pengajar Ilmu Pengetahuan Sosial di SMPN 4 Tilamuta/Fellowship The Sanglah Institute)

PENDIDIKAN seyogyanya selalu menjadi bagian integral dari sebuah bangsa. Memainkan peranan sangat vital dalam memberi jalan pada masa depan seseorang maupun fase pematangan dari satu generasi masyarakat. 

Era digital telah menyapa, membawa perubahan yang terus terjadi secara konstan. Artificial Intelligence (AI) mengambil bagian penting menerobos topik percakapan hari-hari ini, merebut perhatian banyak orang. 

Sebuah fasilitas percakapan dengan bot (Robot Virtual) yang dikembangkan platform-nya oleh sebuah perusahaan berbasis AI serasa dapat menjawab semua pertanyaan konseptual maupun yang sifatnya teknis tidak hanya menjaring satu fragmen kecil keilmuan, bahkan menyeluruh hampir semua bidang. 

Definisi pendidikan di masa depan menjadi semakin dikejar untuk segera disempurnakan. Strategi dan teknologi dapat menjadi dua pilar penyangga pendidikan masa depan yang inklusif, efektif, dan tetap aktual menyediakan kemampuan bagi penempuhnya menyiapkan diri bersaing di zaman yang sangat kompetitif ini. 

Senada dengan John Dewey seorang filsuf Amerika Serikat melalui Democracy and Education: An Introduction to The Philosophy of Education (1964) ia mengutarakan sesuatu yang amat mendalam untuk kembali dikontekstualisasikan meskipun sampai sekarang pendapat itu telah dijalani praktiknya selama bertahun-tahun oleh masyarakat yaitu pendidikan merupakan salah satu kebutuhan untuk hidup.

Strategi Pendidikan yang merangkum semua segi serta imparsial terdesak untuk mengakui perubahan lingkungan dengan tetap menatap tajam perkembangan teknologi agar berada dalam radar perhitungan. 

Tuntutan pelibatan pemikiran inovatif, kreatif, tentang bagaimana pendidikan dapat menemukan kesesuaian untuk memenuhi tuntutan kebaruan zaman. Dalam hal ini teknologi berperan penting memberikan akses yang merata, dan lebih luas terhadap sumber daya pendidikan manfaatnya mempermudah proses pembelajaran. 

Paralel di sisi lain, teknologi juga membantu memperkuat strategi pendidikan yang efektif, menjaga agar tetap berjalur mengikuti rel perubahan yang terjadi. Sehingga ketercapaian atas tujuan menghasilkan sumber daya manusia yang punya kompetensi utuh, akrab dikenal dengan kompetensi abad 21 yang disebut Four Cs meliputi kreativitas, (creativity), kemampuan berpikir kritis (Critical Thingking, berkomunikasi (Communication), dan berkolaborasi (Collaboration) bukanlah sesuatu yang utopis untuk diwujudkan.

Teknologi memungkinkan siswa memelajari sesuatu secara mandiri, menemukan gaya belajar mereka yang cocok dengan keinginannya. Dampaknya baik terhadap mengendapnya materi maupun informasi yang sedang dipelajari, David Sousa membagi fungsi memori otak menjadi dua gugus besar yang disebut Short-Term Memory dan Long Term Memory, Sousa menjelaskan suasana psikis siswa sangat memengaruhi pemaknaan yang ada dalam dirinya terhadap proses belajar yang sedang dijalaninya. 

Berdampak besar bagi lamanya sebuah hasil belajar tersimpan dalam memori otak, hal itu diungkapkan melalui karya berjudul How Brain Learns Mathematics (2008). Pengondisian itu diharapkan membantu tercapainya potensi terbaik para siswa, menyediakan pengalaman belajar yang lebih personal serta menyenangkan. 

Teknologi juga membantu menerabas batas-batas hambatan geografis, ekonomi dan budaya yang ada. Tidak menutup kemungkinan membuka jalan bagi peserta didik melihat proses belajar di tempat lain, berinteraksi dalam diskusi yang menyajikan pemahaman, cakrawala pengetahuan yang baru, efeknya tentu akan positif untuk perkembangan mereka. 

Strategi Pendidikan yang baik harus memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, memastikan bahwa semua memiliki keterjangkauan kepada akses yang sama baik kualitas dan kuantitasnya di sumber daya pendidikan yang tersedia.

Pendidikan di masa depan akan tergambarkan melalui kegiatan siswa belajar bagaimana bekerja dengan orang lain, memecahkan masalah bersama, memupuk cara berpikir yang kritis dalam lingkungan yang tidak mesti selalu dengan bertatap muka dan dikerangkeng oleh terbatasnya waktu. 

Keperluan akan pendidikan yang menyertakan fokus pada keterampilan, pengetahuan dan mentalitas, mempersiapkan siswa untuk hidup, beradaptasi dalam kedinamisan perubahan keadaan masyarakat yang niscaya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved