Gempa

Gempa Turki - Suriah: Cuaca Buruk Hambat Pencarian dan Evakuasi, 20.426 Orang Luka-luka

Cuaca buruk menghambat upaya penyelamatan korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Sebanyak 20.426 orang dilaporkan luka-luka.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com/ajc
Merawat korban gempa Turki - Suriah. Cuaca buruk dan infrastruktur yang rusak menghambat upaya penyelamatan korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Sebanyak 20.426 orang dilaporkan luka-luka. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Istanbul - Cuaca buruk dan infrastruktur yang rusak menghambat upaya penyelamatan korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Sebanyak 20.426 orang dilaporkan luka-luka.

Operasi penyelamatan terhambat karena infrastruktur yang rusak dan kondisi cuaca. “Bandara Gaziantep, Hatay, Adana dan Kahramanmaras telah ditutup untuk penerbangan sipil sejak kemarin pagi karena di beberapa bandara landasan pacu telah hancur. Mereka benar-benar rusak, retak, dan jalan raya berada di posisi yang sama, terutama antara Hatay dan Gaziantep.

Demikian laporan dikutip dari aljazeera.com. “Itulah mengapa semakin sulit bagi petugas penyelamat untuk mencapai sana, dan membawa bantuan kemanusiaan dan medis ke daerah-daerah tersebut.”

Di Kota Malatya dan Adiyaman ada "salju lebat", yang diperkirakan akan berlanjut selama seminggu.

Beberapa informasi baru gempa Turki - Suriah:

- Pihak berwenang Turki telah mengkonfirmasi kematian sedikitnya 3.381 orang setelah wilayah tenggara yang berbatasan dengan Suriah diguncang gempa besar. Sebanyak 1.444 orang dipastikan tewas di Suriah.

- Getaran awal berkekuatan 7,8 pada Senin pagi merobohkan bangunan saat orang tidur dan diikuti oleh gempa berkekuatan 7,6 beberapa jam kemudian di tengah beberapa gempa susulan.

- Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa awal berpusat sekitar 33 km (20 mil) dari Gaziantep, kota besar Turki dan ibu kota provinsi.

- Lusinan negara dari seluruh dunia telah menjanjikan bantuan dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang terhambat oleh dingin dan salju.

Seorang pejabat Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) mengatakan setidaknya 3.381 orang dipastikan tewas, sementara 20.426 lainnya luka-luka.

Orhan Tatar menambahkan, lebih dari 5.700 bangunan juga telah hancur.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved