Khotbah Jumat Gorontalo: Pesan Cinta di Balik Ujian Allah
Puluhan warga Gorontalo menunaikan ibadah salat Jumat di mushola Hotel Grand-Q.
TRIBUNGORONTALO.COM - Puluhan warga Gorontalo menunaikan ibadah salat Jumat di mushola Hotel Grand Q, Kota Gorontalo.
Khatib menyampaikan khotbah Jumat berisi pesan-pesan cinta di balik setiap ujian Allah Subhanahuwata'ala.
"Kita tahu banyak saudara-saudari kita di berbagai tempat tengah menjalani cobaan Allah," ucap Khatib mengawali khotbahnya.
Cobaan itu berbagai macam, tidak hanya persoalan hidup disebabkan fenomena bencana alam.
Di bulan Desember dan Januari Indonesia diterpa cuaca ekstrem. Allah sudah memberi sinyal bahwa setiap manusia pasti menjalani ujian hidup.
Di dalam Al-Qur'an, Allah sudah menjelaskan mengenai ujian hidup, dan sekaligus petunjuk bagaimana manusia seharusnya melalui ujian tersebut.
"Sungguh akan Kami uji kalian dengan sedikit rasa takut dan kelaparan," kata khatib mengutip Surah Al Baqarah ayat 155.
Di benua Eropa, dampak peperangan pasokan pangan terganggu.
Singkatnya, ujian Allah tidak hanya berupa bencana alam saja. Tetapi, juga dalam bentuk ekonomi, konflik sosial, hingga krisis politik yang membuat situasi tak terkendali.
"Resesi global yang terjadi di benua lain, tetapi kita bisa merasakan di rumah masing-masing," kata khatib.
Baca juga: Khotbah Jumat Gorontalo: Perbandingan Kehidupan Dunia dan Akhirat
Setiap ujian bagaimanapun bentuknya, hanya orsng mengamalkan kesabaran. Dia jalani ujian secara ikhlas dan bertawakal kepada Allah.
Jika kesabaran tidak dimiliki seorang hamba, mustahil dia dapat membaca pesan-pesan cinta Allah di balik setiap ujian.
Ternyata, setiap musibah entah individu atau global itu merupakan bagian dari cara Allah hendak memberi petunjuk ke dalam hati manusia.
Setiap bentuk derita manusia, tidak hanya sekasar Allah memberi petunjuk, bisa juga membuat kita kembali ke jalan benar. Allah bahkan bisa mengampuni semua dosa yang lebih berat dari ujian itu.
"Sungguh setiap kita mengatakan kesabaran itu ada batasnya, maka keterbatasan yang sesungguhnya bukan terletak pada kesabarannya, tapi tingkat keimanannya yang tidak sanggup menghadapi ujian Allah," jelas khatib. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Jumat-grandq.jpg)