Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-337: Jerman Pasok Tank Leopard ke Kyiv, Moskow Meradang
Update perang hari ke-337, Kamis (26/1/2023): Rusia geram pada Jerman yang memutuskan untuk mengirim tank tempur utamanya, Leopard 2 ke Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Rusia dibuat geram dengan keputusan Jerman untuk memasok Ukraina dengan tank tempur utama Leopard 2 di tengah perang yang hingga kini telah berlangsung hampir setahun lamanya.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Kamis (26/1/2023) atau hari ke-337, Rusia telah mengecam langkah Jerman yang akan mengirim tank Leopard ke Ukraina sebagai pertahanan.
Imbas rencana dipasoknya Ukraina dengan tank Leopard 2 ini, Moskow menuduh Jerman mengabaikan “tanggung jawab historisnya terhadap Rusia” yang timbul dari kejahatan Nazi dalam Perang Dunia II.
Kedutaan Besar Rusia di Jerman mengatakan pada Rabu (25/1/2023) bahwa keputusan untuk mengirim 14 tank Leopard 2 buatan Jerman ke Kyiv dan mengizinkan sekutu untuk mengekspor kembali model yang sama akan memperburuk perang di Ukraina ke tingkat yang baru dan menyebabkan “eskalasi permanen”.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina
“Keputusan yang sangat berbahaya ini membawa konflik ke tingkat konfrontasi baru dan bertentangan dengan pernyataan politisi Jerman tentang keengganan Republik Federal Jerman untuk terlibat di dalamnya,” kata Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergei Nechayev.
"Itu menghancurkan sisa-sisa rasa saling percaya, menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada keadaan hubungan Rusia-Jerman yang sudah menyedihkan, dan meragukan kemungkinan normalisasi mereka di masa mendatang." lanjutnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan di Telegram bahwa keputusan Jerman mengkonfirmasi apa yang dia katakan sebagai "perang yang direncanakan sebelumnya" melawan Moskow.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-336: Susul Jerman, AS Siap Kirim Tank Abrams ke Kyiv
Sebagaimana diketahui, selama berbulan-bulan, Ukraina telah meminta tank Barat, dengan alasan mereka sangat dibutuhkan untuk memberikan pasukan daya tembak dan mobilitas untuk menerobos garis pertahanan Rusia dan merebut kembali wilayah yang diduduki di timur dan selatan.
Rusia juga telah berulang kali mengatakan tank-tank yang dipasok Barat akan "terbakar" dan menepis anggapan bahwa tank-tank itu akan mempengaruhi hasil konflik 11 bulan.
Rusia bahkan memperingatkan bahwa tank-tank itu hanya akan memperpanjang penderitaan Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-335: Punya PR Berantas Korupsi, Zelensky Rombak Pemerintahannya
Adapun langkah Jerman diharapkan membuka jalan bagi Polandia, Finlandia dan sejumlah negara Eropa lainnya untuk mengirimkan tank tempur ke Ukraina dari stok Leopard 2 mereka sendiri.
“Dengan persetujuan pimpinan Jerman, tank tempur dengan salib Jerman akan kembali dikirim ke ‘front timur’, yang pasti akan menyebabkan kematian tidak hanya tentara Rusia, tetapi juga penduduk sipil,” kata Nechayev.
Di sisi lain, Inggris telah berjanji untuk mengirimkan 14 tank tempur Challenger 2 ke Ukraina, sementara Amerika Serikat siap untuk berbalik arah dan memasok Kyiv dengan puluhan tank M1 Abrams miliknya sendiri.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Abrams, Tank Tempur Utama yang Enggan Dikirim AS ke Ukraina untuk Lawan Rusia
AS Pasok Tank Tempur Abrams ke Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari APNews, Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan mengirim 31 tank M1 Abrams ke Ukraina.
Biden membalikkan argumen Washington selama berbulan-bulan bahwa tank Abrams terlalu sulit untuk dioperasikan dan dipelihara oleh pasukan Ukraina.
Keputusan AS mengikuti persetujuan Jerman untuk mengirim 14 tank Leopard 2 A6 dari stoknya sendiri.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Challenger 2, Tank Tempur Inggris yang Bakal Dikirim ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Biden mengatakan sekutu Eropa telah setuju untuk mengirim cukup tank untuk melengkapi dua batalyon tank Ukraina, atau total 62 tank.
“Untuk membebaskan tanah mereka, mereka harus mampu melawan taktik dan strategi Rusia yang berkembang di medan perang dalam waktu dekat,” kata Biden.
Berbicara dalam pidato video Rabu malam waktu setempat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji pembentukan apa yang dia gambarkan sebagai "koalisi tank".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-337: Bakal Dikirimi Tank AS dan Jerman, Zelensky Berterima Kasih
“Kita harus membentuk tinju tank, tinju kebebasan yang pukulannya tidak akan membiarkan tirani berdiri lagi,” ujar Zelensky.
Zelensky mengatakan bahwa Ukraina akan mendorong lebih banyak senjata, termasuk rudal jarak jauh dan pesawat terbang di tengah perang yang dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 24 Februari 2022 ini.
“Negara teroris harus kalah. Hak untuk hidup harus dilindungi. Dan itu akan terjadi,” sebut Zelensky.
Meskipun akan memakan waktu berbulan-bulan sebelum tank-tank itu tiba, tentara Ukraina di garis depan mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil pada titik kritis.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.