Jelang Ramadhan 2023 Segera Bayar Qadha Puasa, Ini Hukumnya jika Lupa Jumlah Utang di Tahun Lalu
Bagaimana ya hukumnya jika seseorang lupa jumlah utang puasa tahun lalu, sehingga bingung saat mau membayarkannya? Simak penjelasan ustaz berikut!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Ramadhan-1443-H.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Penting untuk membayar utang atau qadha puasa Ramadhan di tahun lalu, mengingat saat ini sudah semakin dekat dengan datangnya bulan Ramadhan 2023/1444 H.
Sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Islam harus sudah membayarkan utang puasanya di tahun sebelumnya, bisa diganti dengan berpuasa sejumlah utang, hingga membayar fidyah namun dengan sejumlah aturan tertentu.
Namun, tak jarang seseorang lupa berapa jumlah utang puasanya di tahun lalu.
Lantas, bagaimana ya hukumnya jika seseorang lupa jumlah utang puasa tahun lalu, sehingga bingung saat mau membayarkannya?
Baca juga: Cek Jadwal Puasa Ramadhan 2023, Kapan Dimulai? Begini Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan
Baca juga: Bayar Utang Puasa Tahun Lalu sebelum Masuk Bulan Ramadhan 1444 H, Simak Caranya Berikut Ini
Berikut ini jawaban ustaz saat ditanya soal hal tersebut
Lupa itu kan bukan berarti tidak ingat sama sekali.
Misalnya saya punya utang nggak ya?
Biasanya kalau lupa itu tidak ekstrem begitu lah, kecuali kita sudah punya masalah dengan ingatan ya.
Biasanya kalau lupa itu kan paling berapa hari kalau puasa, kalau salat kan lupa berapa rakaat ya.
(Misalnya) 'Saya dulu tidak puasa tiga hari atau empat hari ya?'
Ketika ragu-ragu semacam itu, maka kita harus mengambil yang yakin.
Yang yakin yang mana? Yang yakin bilangan yang lebih banyak.
Kalau kita mengambil 5 itu pasti lah, misalnya pun sisa ya paling satu, kalau kurang enggak mungkin.
(Jika ragu-ragu) 'Lima atau empat ya', nah kalau ragu-ragu begitu ambil yang lima.
Kalau ngambil yang empat, kita masih ragu-ragu.
'Jangan-jangan lima?' Jadi kurang satu.
Kaidahnya dalam fiqih itu al yaqinu la yuzalu bi syak.
Jadi keyakinan itu tidak bisa dihilangkan oleh keraguan.
Keyakinan untuk membayar utang puasa, berarti bilangan yang besar.
Kalau ragu tentang kurangnya salat misalnya, kita sujud terakhir 'Tadi itu salat saya sudah empat rakaat atau tiga rakaat?'.
Misalnya benar-benar ragu itu harus ambil yang tiga, karena yang yakin yang tiga, yang keempat belum yakin.
Sehingga tambah satu.
Begitu cara kita menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan lupa.
Jadi, diambil yang kita yakin.
Wahid Ahmadi
Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah
(TribunWow.com)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Ramadhan 2023: Bagaimana Hukumnya Seseorang Lupa Jumlah Utang Puasa Tahun Lalu? Ini Penjelasannya