Imlek Gorontalo
Ini Alasan Pertunjukan Barongsai Ditiadakan pada Perayaan Imlek Gorontalo
Menurutnya, kali ini alasannya berbeda. Jika dulu karena sedang masa sulit Covid-19, maka tahun ini karena sumber daya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2122023_TIonghoa_etnis_Imlek.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengurus Kelenteng Tulus Harapan Kita telah memastikan Imlek Gorontalo tahun ini tak ada pertunjukan barongsai.
"Kalo barongsai tahun ini, tidak ada, " ujar William Kolina saat perayaan Imlek Gorontalo kemarin.
Menurutnya, kali ini alasannya berbeda. Jika dulu karena sedang masa sulit Covid-19, maka tahun ini karena sumber daya.
Rata-rata pertunjukan barongsai memang dilakukan oleh anak-anak muda Tionghoa. Masalahnya, kini para anak muda itu tengah studi di luar daerah.
Sementara sulit meminta waktu libur seluruh pemuda ini. Karena kekurangan sumber daya, maka tahun ini dipastikan tak ada.
"Karena pemainnya (barongsai) semua ada kuliah di luar, " tambahnya.
Baca juga: Rayakan Imlek Gorontalo di Kelenteng Hong San Bio, Bisa Menikmati Sunset dan Healing
Kelenteng Tulus Harapan Kita yang jadi pusat perayaan Imlek Gorontalo memiliki sejarah panjang.
Kelenteng beralamat di Jalan S Parman, Kelurahan Biawao, Kota Selatan Gorontalo itu dibangun sejak 1827, artinya kini usianya mencapai 196 tahun.
Perayaan Imlek Gorontalo jadi ajang warga mengunjungi tempat ini. Apalagi jika ada pengurus kelenteng menutup perayaan Imlek dengan Cap Go Meh.
“Kelenteng ini dibangun oleh imigran dari Tiongkok,” kata Maryam Lamadilaw (75), sesepuh warga Tionghoa di Gorontalo, Kamis (26/1/2017) lalu dikutip dari Kompas.com.
Menurut Maryam, rata-rata etnis Tionghoa ini datang daerah Hokkian dan Kanton di China. Tujuannya untuk mengadu nasib.
Para pendatang etnis Tionghoa ini dapat dikenali asal daerahnya berdasarkan pekerjaan yang digeluti di Gorontalo.
Jika di Gorontalo ia memilih pekerjaan petani, tukang kayu, ataupun nelayan, maka sudah pasti berasal dari daratan China.
Sementara etnis Tionghoa yang memilih profesi pedagang, mereka pasti berasal dari pesisir China.
Baca juga: Berdiri Sejak 1800-an, Kelenteng Tulus Harapan Kita Kerap Ramai Setiap Imlek Gorontalo
Saat diwawancarai wartawan kompas.com, Maryam mengungkapkan, jika berdirinya Kelenteng Tulus Harapan Kita adalah hasil dari perbincangan para imigran China itu usai bekerja.