Sinyal 'Restu' Duet Anies - Baswedan AHY? Begini Penjelasan PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berikan sinyal 'restu' duet Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berikan sinyal 'restu' duet Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berikan sinyal 'restu' duet Anies Baswedan - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju Pilpres 2024.

Anies telah dideklarasikan capres oleh Partai Nasdem. Nasdem akan membentuk koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat supaya bisa mengusung capres - cawapres.

Demokrah kukuh mencalonkan Ketua Umumnya AHY pada pesta demokrasi. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi apakah duet Anies - AHY diusung koalisi atau figur lain.

Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsy menyatakan tidak masalah jika bakal calon wakil presiden dari koalisi perubahan bukan dari PKS.

Terpenting kata dia, sosok calon wakil presiden yang diajukan tersebut memiliki kecocokan dengan calon presiden yang diusung.

Sebagaimana diketahui, hingga kini dari ketiga partai rencana koalisi perubahan yakni NasDem, Demokrat dan PKS, baru Partai NasDem yang mengusung nama Anies Baswedan sebagai capres.

Sementara kedua partai lain belum menyatakan sikap, bahkan deklarasi antara ketiganya juga belum dilakukan.

"Enggak ada masalah (bukan dari PKS) pokoknya calon yang pas dengan presiden dan kesepakatan kita," kata Habib Aboe saat ditemui awak media di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2023).

Aboe Bakar juga tidak mempermasalahkan jika memang nantinya yang dimunculkan oleh Partai Demokrat adalah nama AHY sebagai bakal calon wakil presiden untuk Anies Baswedan.

Menurutnya yang terpenting, seluruh partai yang berada di koalisi perubahan sepakat dengan nama tersebut.

"Enggak apa kok (Demokrat mengusung AHY) ga apa-apa silakan aja. kan nanti dimusyawarahkan, semua juga baik dan positif," tutur dia.

"Baik, bagus, tinggal masalahnya kombinasi bertiganya harus sepakat semua," sambungnya.

Sementara untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden sebagaimana Partai NasDem, Aboe Bakar menyatakan, PKS masih dalam pembahasan.

Dirinya memastikan, sejauh ini tidak ada gangguan hanya tinggal mencari waktu yang tepat untuk mengumumkan.

"Pokoknya kalau sudah selesai akan diumumkan, tenang saja. Tidak ada yang terganjal, tinggal masalahnya mencari situasi yang tepat," ujar Aboe Bakar.

Aboe Bakar Alhabsy menegaskan, perkembangan komunikasi koalisi perubahan yang digagas PKS, NasDem dan Demokrat sejauh ini masih berkembang secara baik.

Terlebih kata dia, sejauh ini tak ada kendala dalam penjajakan koalisi tersebut.

Hal ini sekaligus merespons soal adanya prediksi dari beberapa pihak kalau koalisi itu bubar sebelum deklarasi. Dia memastikan, segala sesuatu terkait masa depan koalisi diserahkan kepada Allah.

"Allah yang putuskan jadi atau tidak jadi, rasanya perkembangan cukup positif dan baik," kata Aboe Bakar.

Kendati demikian, hingga kini belum ada penetapan waktu soal deklarasi koalisi perubahan dengan Partai NasDem dan Partai Demokrat.

Belum ditetapkannya waktu deklarasi itu karena sejauh ini kata dia, ketiga partai tersebut masih mencari titik temu yang tepat.

Terlebih hingga kini perbincangan di dalam internal ketiga partai juga masih dinamis.

"Kita lihat saja nanti masalahnya obrolannya hari demi hari berubah, pengen Desember eh mundur, pengen ini eh mundur, kenapa? karena mau cari titik temu yang pas," kata Aboe.

Dia juga menyatakan kalau perbincangan itu masih terbilang panjang. Hanya saja, dirinya berharap, pembahasan bisa segera mendapatkan titik temu agar deklarasi dapat dilakukan secepat mungkin.

"Dan masih panjang, cuma kalau bisa sih lebih cepat lebih baik," tutur dia.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved