Selasa, 10 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Ryan Kono Janji Proyek Pengerjaan Drainase Jalan Panjaitan Kota Gorontalo Rampung Sesuai Target

Pengerjaan proyek tersebut selalu jadi sorotan, hingga tahun 2023 pekerjaan masih berlangsung. Mendapat perhatian Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono.

Tayang:
Editor: Dinie S Awwali
zoom-inlihat foto Ryan Kono Janji Proyek Pengerjaan Drainase Jalan Panjaitan Kota Gorontalo Rampung Sesuai Target
TriibunGorontalo.com/Apris Nawu
Ryan Kono saat dikonfirmasi soal pengerjaan drainase di Jalan Nani Wartabone eks Jalan Panjaitan Kota Gorontalo, Jumat 20/1/2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pekerjaan proyek revitalisasi Eks Jalan Panjaitan Kota Gorontalo belum menunjukkan progres yang memuaskan.

Pengerjaan proyek tersebut selalu jadi sorotan, hingga tahun 2023 pekerjaan masih berlangsung.

Hal tersebut mendapat perhatian lebih dari Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono, saat dikonfirmasi Tribungorontalo.com terkait pengerjaan drainase dari Jalan Panjaitan.

"Bisa di cek jejak digital saya, bagaimana pengawasan pemerintah kota, cuman kan dalam pelaksana itu ada pelaksanaan tugasnya, tindak lanjutnya di pelaksana, selanjutnya tugas kami sekarang pengawasan," ungkap Ryan, Jumat (20/1/2023).

Baca juga: Kontraktor Jalan Nani Wartabone Dapat Peringatan Ketiga dari Bina Marga

Menurut Ryan, proyek yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kota Gorontalo itu dapat berjalan dengan lancar dan sesuai target.

"Semoga rampung, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan," kata Ryan.

Lanjutnya, Wali Kota Gorontalo Marten Taha pun telah menargetkan pengerjaan drainase tersebut. waktu pengerjaan proyek tersebut selesai di bulan Maret.

"Target Pak wali juga gitu, kami siap backup dan dukung," Terang Ryan.

Baca juga: Jalan Nani Wartabone Dikerjakan Kontraktor Asal Aceh dan Jakarta 

Adapun jumlah biaya yang disediakan untuk proyek ini kurang lebih Rp. 24,9 Miliar, dengan estimasi waktu pekerjaan sekitar 240 hari kerja. Dimulai sejak groundbreaking pada bulan Desember tahun 2021.

Dinas PUPR Kota Gorontalo membongkar median Jalan Nani Wartabone eks Jalan Panjaitan.

Median sepanjang 1,1 kilometer itu membentang dari depan kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga Bundaran HI atau Bundaran Saronde.

Baca juga: Marten Taha Ultimatum Kontraktor dan PU, Minta Selesaiakan 2 Proyek Pemkot Gorontalo dalam 50 Hari

Menurut Kepala Bina Marga Dinas PUPR Kota Gorontalo Antum, anggaran 24,9 M tersebut tidak hanya meliputi badan jalan saja, melainkan drainase, perbaikan landscape, pedestrian, dan tambahan untuk mempercantik jalan.

“Jalan Nani Wartabone itu jika telah selesai pengerjaan nantinya akan jadi satu arah, di bagian kiri dan kanan jalan akan ada pedestrian dan landscape dan ada segala macam accesoris untuk jalan. Ruas jalannya pun dibuat lebih baik lagi,” tutup Antum.

Perlu diketahui, pengerjaan Jalan Nani Wartabone adalah proyek strategis Pemerintah Kota Gorontalo. Dilansir dari laman tender resmi proyek, pemenang proyek ini adalah kontraktor asal Jakarta, PT Cahaya Mitra Nusantara.

Perusahaan itu berkantor di Gedung Sinar Kasih Lantai 4 Jalan Dewi Sartika, nomor 136 D Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta. 

Namun, dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, pemenang berkontrak adalah PT Mahardika Permata Mandiri, perusahaan yang berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 24,9 miliar. 

Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone bernomor tender 1137685 di LPSE.

Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021. 

Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta. 

Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut. 

Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali.

Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.

Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.

Karena itu Kuasa Pengguna Anggaran melakukan Addendum terhadap Dokumen Rancangan Kontrak berkaitan dengan Kualifikasi Penyedia dan Peralatan utama yang disyaratkan.

Sementara tender kedua dibatalkan, karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA Huruf G.

Marten Taha, Wali Kota Gorontalo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone di Kota Gorontalo pada 31 Desember 2021.

Jalan Nani Wartabone adalah ruas segitiga emas bisnis dan jasa tersibuk di ibu kota provinsi berpenduduk 1,2 juta tersebut.

Dalam catatan TribunGorontalo.com, setidaknya ada 10 bank multinasional berkantor di jalan yang sudah tiga kali berganti nama ini ( Jl Ahmad Yani lalu Jl DI Panjaitan dan terakhir Jl Nani Wartabone).

Belasan bank itu antara lain; Bank BCA, Bank BNI, BRI, BTN, Bank Mega, Bank Mandiri, Bank Muamalat, BSI, Bank Danamon, MayBank dan Panin Bank.

Selain bank cabang utama nasional, ruas jalan penghubung tugu Bundaran Saronde dan Gerbang kampus I Universitas Gorontalo (UNG) itu, ada sejumlah kantor finance. 

Ada Adira Finance, Mandiri Utama Finance, Mandala, dan FIF Astra, FIP Go, BCA Finance dan Mandiri Taspen.

Di Jalan itu juga jadi kantor sejumlah diler mobil dan motor; Toyota Hasjrat, Honda, Yamaha, Suzuki, Nissan, Kawasaki, Wuling, VIAR dan sejumlah minimarket berjejaring nasional, seperti Indomaret, dan Alfamart.

Kantor layanan publik Balaikota dan Rumah Jabatan Wali Kota Gorontalo, Kantor Pt Pos, Rumah Sakit St Khadijah, Badan Keuangan Kota, SPBU bundaran HI, dan sejumlah lembaga pendidikan.

Kepala otoritas proyek, Kadis PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsuan dan pihak konsultan dan kontraktor jalan utama, sejauh ini terus memantau progres pembangunan dua drainase di sisi jalan.

Pengerjaan mulai dari Bundaran Patung Saronde (HI) hingga pertigaan gerbang Kampus UNG (Jl Jend Sudirman) - Jl Cokroaminoto.

Pembiayaan jalan ini dari pinjaman dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022.

Desain Pemerintah Kota Gorontalo, melalui Dinas PUPR  jalan berbeda dibanding belasan ruas jalan protokol lain di Kota Gorontalo.

 "Ini akan jadi salah satu ikon baru kota, jadi tempat jogging dan santai warga," kata Rifaldi Bahsuan., 

Dikatakan, PT. SMI selaku debitur proyek  mengharuskan ada review di Inspektorat atau APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah). (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved