Kamis, 12 Maret 2026

Pilpres 2024

Puan Maharani Tak Izinkan Megawati Maju Pilpres 2024: Begini Alasannya

Puan Maharani tak mengizinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju lagi Pilpres 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Puan Maharani Tak Izinkan Megawati Maju Pilpres 2024: Begini Alasannya
Kolase TribunGorontalo.com
Kandidat capres PDIP Puan Maharani. Ketua DPR ini tak mengizinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju lagi Pilpres 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Megawati Soekarnoputri diwacanakan menjadi capres dari PDIP. Wacana itu ditanggapi keluarga Megawati. Putrinya Puan Maharani tak mengizinkan Ketua Umum PDIP itu maju lagi Pilpres 2024.

Ketua DPP PDIP yang disebut-sebut kandidat kuat capres ini lebih mengusulkan Megawati menjadi ibu bangsa ketimbang bertarung di pesta demokrasi.

"Tentu saja nggak mungkin (capres lagi), kami sebagai keluarga nggak akan mengizinkan," tegas Puan dalam program ROSI Kompas TV, Kamis (12/1/2023) malam.

Kata Puan, sebaiknya Megawati menjadi ibu bangsa karena sudah matang dalam politik.

"Bu Mega sebagai sosok yang pernah jadi presiden, wakil presiden, sudah matang secara politik karena sudah penuh dengan asam garam, lebih baik menjadi ibu bangsa," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu.

Puan pun menanggapi rumor yang beredar tentang dirinya yang akan diajukan sebagai capres dari partai berlambang banteng itu.

Puan tak memungkiri bahwa ada banyak orang yang beranggapan dirinya lah yang akan dipilih oleh Megawati selaku Ketua Umum PDIP.

Pasalnya, ada faktor hubungan ibu dan anak serta keinginan Megawati agar ada pemimpin perempuan di Indonesia.

Menurut Puan anggapan tersebut tidak benar. Sebagai seorang anak, dirinya bahkan tidak tahu keputusan Megawati soal capres PDIP di Pilpres 2024 mendatang.

"Jadi enggak semua hal itu saya tahu. Ibu Mega itu betul-betul sangat rasionalitas bagaimana memilih kader terbaiknya untuk menjadi pemimpin. Bukan hanya pemimpin nasional tapi pemimpin di daerah dan tempat lain," ujar Puan.

"Ini bukan urusan anak, ini urusannya bagaimana memunculkan seorang pemimpin untuk bangsa dan negara. Bu Mega punya pertimbangan sendiri jadi bukan berarti harus Puan Maharani," imbuhnya.

Menurut Puan, Megawati sudah mengantongi nama yang akan dipilih. Ia percaya, keputusan capres PDIP dari ketua umum merupakan keputusan terbaik.

"Saya itu kader kita semua yang ada di PDIP itu kader. Saya meyakini apapun yang menjadi keputusan ibu ketua umum itu adalah keputusan terbaik untuk bangsa dan negara tentu saja PDI Perjuangan," ujar cucu Presiden Soekarno itu.

Puan menegaskan, dirinya sebagai kader akan menghormati setiap keputusan yang diambil Megawati.

"Sebagai kader tentu saja saya akan ikut dengan apa yang menjadi keputusan ketua umum, karena itu pasti yang terbaik untuk PDIP dan juga bangsa dan negara," jelas dia.

Ia mengungkapkan, meski di acara HUT ke-50 PDI-P tidak ada pengumuman capres, tapi Megawati sudah memiliki nama yang akan dideklarasikan.

Wacana Megawati - Mahfud MD

Wacana Megawati comeback ke Pilpres 2024 kian mengencang.

Siapa cawapresnya? Pengamat politik mengusulkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan HAM Mahfud MD mendampingi Megawati.

"Ibu Megawati kan akan maju capres. Pasti butuh cawapres. Paling tepat pak Mahfud MD," kata analis politik Rocky Gerung kepada Hersubeno Arief dari FNN yang ditayangkan di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin 9 Januari 2023.

Megawati - Mahfud akan bersaing dengan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

"Kalau pak Mahfud keluar (kabinet) pasti banyak diincar capres. Capres pertama yang akan melamar pak Mahfud pasti Ibu Megawati," ujar Rocky.

Mantan staf pengajar filsafat Universitas Indonesia ini membahas soal eksistensi Mahfud MD dalam kabinet.

Mahfud menjadi perhatian publik usai menjelaskan soal Perppu Cipta Kerja yang katanya untuk kepentingan rakyat.

Rocky menilai Mahfud punya potensi maju pilpres jika keluar dari kabinet Joko Widodo.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Eriko Sotarduga menyebut usulan agar ketua umumnya, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu mendatang masuk akal.

Eriko menuturkan, usulan tersebut sebelumnya dilontarkan pendiri Total Politik, Budi Adiputro.

Menurut Eriko, Jokowi sudah tidak lagi bisa mencalonkan diri sebagai capres karena sudah menjabat selama dua periode.

“Ini usulan yang masuk akal, saya nanti harus sampaikan ke Bu Ketua Umum karena bukan kewenangan kami,” kata Eriko saat ditemui awak media di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2023).

Menurut Eriko, pihak yang mengusulkan agar Megawati kembali maju sebagai capres menyampaikan bahwa politisi "tua" di Brazil, Lula da Silva kembali masuk panggung politik.

Ia kemudian berhasil memenangi pemilihan presiden pada 2022 lalu.

Selain itu, salah satu politisi senior di Negeri Jiran, Anwar Ibrahim, juga juga terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia.

“Ada Anwar Ibrahim di usia yang tidak muda. Banyak. Presiden China Xi Jinping. Mereka lihat kenapa enggak yang ketua umum dan pengalaman (maju pilpres),” ujar Eriko.

Setelah mendengar usulan tersebut, Eriko mengaku meminta Budi dan koleganya melakukan kajian sehingga menghasilkan data yang sahih.

Data tersebut nantinya akan disampaikan ke Megawati dan Sekretaris Jenderal PDI P, Hasto Kristiyanto.

Namun, kata Eriko, usulan tersebut masih merupakan hasil diskusi. Ia mengaku belum menemui Megawati.

Lebih lanjut, Eriko menuturkan bahwa keputusan calon presiden merupakan hak prerogatif Megawati. “Jadi sekali lagi ini untuk keputusan ini tentu di tangan Ibu Ketua Umum,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah Megawati memiliki elektabilitas sebagai capres, Eriko mengaku pihaknya bisa saja menggelar survei yang melibatkan 50 ribu responden di seluruh Indonesia.

Menurut dia, selama ini beberapa lembaga survei menggunakan 1.200 atau 2.200 responden.

“Kenapa tidak, nanti 50.000 responden di seluruh Indonesia, yang sehingga ini bisa mewakili bisa saja,” kata Eriko.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved