Puan Maharani

Update Figur Capres PDIP: Terima Kasih Sudah Minta Maaf Mbak Puan Maharani

Puan Maharani diapresiasi netizen soal permintaan maaf atas kejadian 'cemberut' saat membagikan kaos beberapa waktu lalu.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Puan Maharani diapresiasi netizen soal permintaan maaf atas kejadian 'cemberut' saat membagikan kaos beberapa waktu lalu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Puan Maharani diapresiasi netizen soal permintaan maaf atas kejadian 'cemberut' saat membagikan kaos beberapa waktu lalu.

"Terima kasih sudah meminta maaf mbak Puan (Maharani), jangan pernah menyerah ya tetap semangat".

Demikian satu di antara banyak komentar terhadap video yang diunggah akun Instagram @puanmaharaniri.

Pada video itu Puan menyertakan caption atau penjelasan:

"Saya datang menemui masyarakat, panas, hujan, terik memang bagian dari perjalanan ini. Saya bukan marah kepada masyarakat, justru saya kasihan karena mereka sudah menunggu lama dan kepanasan.

Yang jelas, ini jadi pelajaran yang tidak boleh terulang, jadi pemimpin dalam situasi apapun harus senyum. Saya minta maaf ya untuk kejadian ini.

#puanmaharani"

Video yang bersumber dari kompas.tv itu telah mendapatkan 40.351 like dan 582 komentar dalam 6 jam per Sabtu 14 Januari 2023 pukul 15.00 Wita.

Berikut komentar beberapa netizen:

@agniaa117; Tetap semangat terus bu Puan (emoji love)

@pendukungpuanpresiden2024; Semangat idola ku jangan menyerah, tetap berjuang bersama (emoji love)

@anindia.putri52; Semangat Ibu Puan.. Ibu Puan sudah jadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab sama rakyat... semoga ke depannya ibu makin sukses amin (emoji love)

Sempat Viral

Sempat viral video yang memperlihatkan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani yang kemudian menuai sorotan masyarakat.

Video yang dimaksud adalah saat Puan Maharani cemberut saat membagikan kaus kepada masyarakat serta saat putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu menanam padi secara terbalik.

Atas hal itulah, Puan Maharani lantas memberikan klarifikasinya.

Sebagaimana dilansir TribunWow.com, dua video tersebut banyak menuai sorotan dan komentar negatif.

Menanggapi hal tersebut, Puan Maharani meminta maaf dan memberikan penjelasan.

Video pertama menampilkan ekspresi cemberut Puan ketika blusukan di Pasar Tradisional Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/9/2022).

Banyak yang mengkritik sikap Puan lantaran dianggap terlalu arogan saat bertemu masyarakat.

Puan pun meminta maaf dan menjelaskan situasi ketika itu begitu panas sehingga emosinya turut tersulut.

"Haduh, pokoknya di kesempatan kali ini, saya minta maaf kalau kemudian, judes banget sih, cemberut banget sih, saya minta maaf," kata Puan dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Jumat (13/1/2023).

"Situasinya saat itu panas banget, terik, kemudian rakyat banyak. Ada yang mau salaman, ada yang mau kaos."

Menurut Puan, saat itu panitia yang berada di lapangan tak sigap membantu sehingga membuatnya marah.

"Ya sebagai manusia, ada juga kadangkala jadi bad mood-lah, ya karena panas, rakyat banyak, kemudian situasinya tidak mendukung, dan lain sebagainya," terang Puan.

"Tapi intinya, saya minta maaf kalau kemudian itu bikin seperti 'Kok gini, sih', karena nggak ada kata lain."

Dalam video tersebut, Puan juga sempat terlihat memarahi ajudannya.

Ia pun membenarkan bahwa dirinya ketika itu marah kepada panitia alih-alih pada masyarakat.

Puan merasa perangkatnya tak bisa memberikan dukungan hingga suasana menjadi tak kondusif.

"Kan kelihatan, saya enggak marah sama rakyat, saya enggak cemberut sama rakyat," terang Puan.

"Saya mau, ayo cepetan, ini panas, rakyat udah harus segera mendapat kaus, mau salaman juga," lanjutnya.

Namun, Puan tak ingin banyak beralasan dan mengakui kesalahannya saat itu.

Peristiwa tersebut membuat Puan banyak belajar sehingga ia berjanji tak akan mengulangi sikap yang sama.

"Enggak boleh terulang, pemimpin dalam situasi apapun tetap harus senyum," lanjutnya.

Puan lantas tersenyum ketika video dirinya menanam padi dengan berjalan maju ditampilkan.

Umumnya, para petani di sawah akan menanam padi dengan cara berjalan mundur atau yang disingkat nandur (nanem mundur-red).

Namun Puan menjelaskan bahwa dirinya saat itu sedang belajar kepada para petani.

Ia pun hanya mengikuti apa yang dicontohkan oleh para ibu di sawah tersebut.

"Saya datang ke situ ketemu ibu petani untuk belajar menanam padi. Belajar loh, karena kan saya bukan petani," ujar Puan.

"Jadi saya ikuti apa yang biasa ibu-ibu petani lakukan, bukannya saya ngarang-ngarang pengin nanem maju."

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved