Mahasiswa IPB Sebut Pembangunan di Gorontalo Kerap Mengorbankan Pohon

Mahasiswa bernama Putra Daeng Hase jurusan Konservasi Biodiversitas Tropica ini mengkritik masifnya penebangan pohon di Gorontalo.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Kondisi pohon setelah ditebang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mahasiswa asal Gorontalo yang melanjutkan studi di Pascasarjana IPB mengkritik gaya pembangunan di Gorontalo

Mahasiswa bernama Putra Daeng Hase jurusan Konservasi Biodiversitas Tropica ini mengkritik masifnya penebangan pohon di Gorontalo. Terutama karena dikorbankan untuk pembangunan. 

Tidak jarang, pembangunan renovasi penataan Kota Gorontalo kerap mengorbankan pepohonan yang sudah tumbuh besar.

Hal ini tentu memicu perubahan iklim yang besar pula, sebab pembangunan sejauh ini, melupakan fungsi dari ekosistem atau kerap mengurangi tutupan lahan atau vegetasi.

Jika pemerintah kerap melakukan pembangunan tanpa melihat kajian lingkungannya, jelas hal itu meningkatkan pemanasan global dan meningkatnya gas rumah kaca.

“Aktivitas pembangunan kota harus selaras dengan ekosistem karena mencegah terjadinya Urban heat (pemanasan kota). Jika tidak dilakukan dari sekarang maka kita harus siap menerima energi panas bumi." katanya, Rabu (11/1/2023). 

Terkadang sering kali ada pemahaman yang salah fungsi dari pohon, bahkan meremehkan fungsinya.

Jika banyaknya pembangunan di Gorontalo harus menebang pepohonan, maka tututpan lahan akan berkurang dan energi panas akan megambang di udara.

"Maka dari itu mulailah cintai lingkungan bukan hanya keperluan sosial media tetapi perilaku yang tulus perlu dilakukan." tegasnya.

Misalnya di Kota Gorontalo kerap ditemui jika adanya pembangunan taman dan lainnya, kerap menebang pohon yang sebelumnya memang tumbuh dan berkembang di wilayah tersebut dan menggantinya dengan bibit pohon baru. 

“Jika pembangunan harus menebang pohon besar dan menggantinya dengan bibit pohon baru, maka menunggu berapa tahun bibit tersebut tumbuh.” tuturnya.

Jika meninjau pemeliharaan pepohonan yang berada di Kota Bogor, justru daerah tersebut memiliki kebijakan yang baik.

Pohon di daerah itu memiliki kartu identitas yang dikeluarkan otoritas resmi. Setiap pohon diberikan scan barcode atau tanda pengenal seperti halnya manusia. 

Sehingganya bisa diketahui jenis pohonnya apa, sudah berusia berapa, dan pengecekan kesehatan pohon. 

Kesehatan pohon misalnya dilakukan dengan menggunakan alat Sonic Tomograph, lewat pengecekan pohon ini akan terlihat kondisi dalamnya, apakah sehat atau tidak.     

Kode barcode tersebut nantinya yang akan berfungsi untuk memantau kondisi setiap pohon melalui komputer. 

Setiap kode plat yang ditempel akan diikuti dengan kartu berwarna, mulai dari hijau, kuning hingga merah. 

Setiap warna memiliki artinya masing-masing untuk setiap pohon.

Lanjutnya jika Pemerintah Gorontalo kemudian menerapkan hal yang sama seperti halnya pemeliharaan pohon dengan menggunakan metode yang dilakukan oleh Kabupaten Bogor tentu hal itu akan berpengaruh pada meningkatnya vegetasi di wilayah Kota. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved